

Demak – Guyangan, tradisi ratusan tahun, yang memiliki makna mensucikan, merupakan proses ritual pembersihan yang diperuntukan bagi Kereta Kencana pengantar Bupati, Wakil Bupati, hingga Kereta Lurah Tamtomo, serta seluruh perlengkapan prajurit patang puluhan \”40an\” seperti keris, tombak, pedang dan gong tabuh.
Ritual guyangan yang dihadiri seluruh pegawai Dinas Pariwisata Demak, dilangsungkan di halaman depan kantor Dinas Pariwisata, dengan sambutan pembuka Ka.Dinparta Endah Cahya Rini, yang dilanjutkan serah tinampi uborampe (pelengkap ritual) sekaligus potongan tumpeng, kepada parogo guyangan, Ahmad Widodo, Selasa (3/6/25).
Endah menyampaikan, bahwasannya ritual ini sebagai bentuk pelestarian budaya kearifan lokal yang perlu untuk tetap diimplementasikan agar nilai² kebersamaan sekaligus spritualnya tetap dapat dirasakan serta diwariskan kepada generasi muda kekinian.
Lanjutnya, selain sebagai bentuk pelestarian budaya, prosesi Guyangan dan seluruh rangkaian Grebeg Besar juga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata, berbasis budaya.
Dirinya pun menambahkan, kegiatan ini menjadi bentuk ucapan syukur atas limpahan rahmat Sang Pencipta, serta doa sekaligus harapan baik bagi kelancaran, keselamatan seluruh pengisi acara serta komponen yang terlibat dalam wujudkan keberhasilan Grebeg Besar tanpa kendala apapun.(Dinparta/jm)






