


Demak – Tradisi Adat Penjamasan Pusaka Warisan Kanjeng Sunan Kalijaga (Kotang Onto Kusumk dan Keris Kyai Carubuk) telah dipertahankan dan dilestarikan dari berabat lalu oleh para Waris Keluarga Kasepuhan Kadilangu. Prosesi Sakral sarat akan nilai² agama yang dikemas melalui budaya tersebut masih dapat dirasakan serta dilihat oleh generasi kekinian dalam rangkaian puncak acara Grebeg Besar Demak yang dilangsungkan Jum\’at (6/6/25).
Jalannya ritual adat budaya ini, dimulai dari pertemuan minyak Jamas yang dibawa dari Pendopo Demak oleh Ki Lurah Tamtomi dengan iring²an Prajurit 40an, untuk selanjutnya disatukan dengan minyak yang dihantarkan oleh pihak Keraton Kasultanan Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada prosesi Abon² dilangsungkan Rabu (4/6/25).
Menurut KGPH Dipokusumo, minyak dari Keraton Kasultanan Kasunanan Surakarta tersebut, diperoleh melalui pakem warisan leluhur dengan ketentuan pemilihan pohon Kelapa yang tumbuh di sebelah utara dan menghadap barat untuk dipetik dan dipergunakan buahnya sebagai dasar pembuatan minyak Jamas.
Serahtinampi minyak Jamas Ki Lurah Tamtomo dari Pendopo Demak, kepada pihak Waris Kasepuhan Kadilangu, dipimpin langsung oleh Sepuh RH.Muhammad Cahyo Imam Santoso sebagai tetua Waris Kanjeng Sunan Kalijaga, yang diikuti oleh para waris dan abdi dalem Kasepuhan menuju area Makam Kanjeng Sunan Kalijaga.
Selanjutnya, Penjamasan Pusaka turut dihadiri Plh.Bupati Demak, KH.Muhammad Badruddin,MPd; Sekda Demak H.Akhmad Sugiharto serta Forkompimda di lingkungan Makam Kanjeng Sunan Kalijaga.(Dinparta/jm)






