Meriah dan Kondusifnya Grebeg Besar Demak 1445 H/2024 M

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Grebeg Besar Demak, yang masih ke dalam agenda event Nasional tersebut, memiliki makna yang berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu Grebeg dan Besar. Grebeg, berarti suara angin yang menderu atau dapat juga diartikan sebagai pengiring perkumpulan, sedangkan kata Besar, merupakan penyebutan nama bulan Dzulhijah dalam Bahasa Jawa.

Duplikasi perayaan Grebeg Besar yang berlangsung hingga kini, sebagai ikon Demak, Senin (17/6/24), merupakan upaya PemKab.Demak dan warga dalam lestarikan nilai nilai agama yang dikemas dalam indahnya tradisi adat budaya kearifan lokal Demak.

Rangkaian yang dimulai dari acara Pisowanan di Sasana Rengga Kasepuhan Kadilangu, Rabu (22/5/24), mencapai puncaknya pada Senin (17/6/24) dengan pelepasan Iring iringan Prajurit 40an yang dipimpin Ki Lurah Tamtomo di Pendopo Demak, oleh Bupati Demak dr.Hj.Eisti’anah,SE menuju Pendopo Notobratan, hantarkan minyak Jamas yang akan dipergunakan dalam tradisi adat penjamasan Kotang Ontokusumo dan Keris Kyai Carubuk milik Kanjeng Sunan Kalijaga.

Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahya Rini menuturkan berhasilnya rangkaian perayaan Grebeg Besar Demak 1445 H/2024 M, merupakan hasil dari bentuk konsisten dan keseriusan penyatuan hati serta pikiran berbagai element komponen PemKab.Demak dalam optimalkan sinergitas dan kolaborasi tim Pengelola yang telah terbentuk selama ini.

Ditambahkan olehnya, Dinas Pariwisata Demak sebagai koordinator pengelola kegiatan, mengucapkan begitu banyak terimakasih kepada seluruh pihak terlibat dan dukung keberhasilan rangkaian Perayaan Grebeg Besar pada tahun ini.(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Scroll to Top