Air Daun Bidara Jadi Kunci Tradisi Guyangan di Grebeg Besar Demak

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Daun Bidara dan Air yang berasal dari Tujuh sumber mata air, menjadi hal penting sekaligus pelengkap dalam berlangsungnya tradisi Guyangan, jelang puncak Grebeg Besar Demak.

Keberadaan air yang turut dicampurkan bersaman dengan kelopak bunga, minyak kasturi serta cendana tersebut, diperoleh dari tujuh sumber yang berbeda dari tempat² pilihan yang berada di Demak, terkecuali satu air yang berasal dari tanah Nabi. Hal mengenai, asal muasal air yang menjadi pelengkap ritual tersebut, disampaikan langsung oleh parogo Guyangan, sekaligus Budayawan Demak Ahmad Widodo, Selasa (3/6/25) di kantor Dinas Pariwisata, tempat berlangsungnya kegiatan.

Widodo menuturkan, bahwasannya air² tersebut di ambil dari area Masjid Agung Demak, Makam Kadilangu, Kauman, Rumah pemotongan hewan, Sumur yang berlokasi di Bermi, Sumur Cabean, serta air Zam² kompleks Masjidil Harom Saudi Arabia.

Lanjutnya, keberadaan daun bidara sebagai media memercikan air di bagan² Kereta Kencana mengacu atas dasar manfaat dan kegunaannya menurut syariat Islam yang tertuang dalam ayat suci Al Qur\’an surah Al Waqi\’ah ayat 27 hingga 29, di mana menyebutkan bahwasannya daun tersebut dipercaya memiliki sifat yang ditakuti oleh setan dan jin kafir.

Untuk itulah, Widodo menambahkan akan harapan besar melalui media tersebut, yang dilengkapi oleh doa² baik dalam tradisi ritual yang berlangsung, dapat membawa kebaikan dan keberkahan pada alat transportasi dan segala peralatan yang dipergunakan nantinya dalam prosesi puncak Grebeg Besar pada Jum\’at (6/6/25).(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Scroll to Top