
Demak – Sanggar Seni Barongan Putro Turonggo Utomo di Kampung Gesik, Desa Bolo, Kecamatan Demak, terus menjaga eksistensi kesenian tradisional sejak berdiri pada 1995. Sanggar yang didirikan almarhum Mbah Jasmani ini kini memiliki sekitar 70 anggota aktif dengan ciri khas pertunjukan barongan dan topeng lawasan.
Berawal dari keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya, sanggar ini berkembang dari kelompok sederhana hingga tampil di berbagai hajatan, Grebeg Besar, Festival Barongan 2022, serta Pekan Kebudayaan Daerah.
Momen paling berkesan sekaligus prestasi yang membanggakan adalah saat tampil pada Pekan Kebudayaan Daerah 2022. Di tengah tantangan menurunnya minat generasi muda, Sanggar Putro Turonggo Utomo terus beradaptasi melalui pemanfaatan media sosial untuk mengenalkan barongan kepada masyarakat luas.
Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi upaya pelestarian tersebut. Menurutnya, kesenian barongan memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus penguat identitas Kabupaten Demak.
“Barongan merupakan kekayaan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kesenian ini dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Kabupaten Demak,” ujar Endah.
Sanggar Putro Turonggo Utomo berharap kesenian barongan tetap lestari, memiliki regenerasi yang kuat, serta semakin dikenal hingga tingkat nasional.(Dinparta/ab/jm)

