

Demak – Tradisi Ruwatan Massal Muharam kembali digelar di Pendopo Ageng Notobratan Kadilangu, Kabupaten Demak, Minggu (12/7/26). Kegiatan yang menjadi warisan budaya peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga ini diikuti 475 sukerto atau peserta yang berasal dari berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Ruwatan yang rutin diselenggarakan setiap bulan Muharam merupakan tradisi masyarakat Jawa sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan kepada Allah SWT. Selain prosesi ruwatan, kegiatan juga diramaikan dengan pagelaran wayang sebagai media pelestarian seni budaya dan dakwah.
Ketua Pelaksana Ruwatan, Adi Purnomo, mengatakan tradisi ini terus dilestarikan oleh ahli waris Kanjeng Sunan Kalijaga karena memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat.
“Tahun ini sebanyak 475 sukerto mengikuti ruwatan. Mereka datang dari Demak, Grobogan, Pati, Kediri, Tangerang hingga luar Pulau Jawa. Semoga seluruh peserta diberikan kelancaran urusan dan dijauhkan dari marabahaya,” ujarnya.
Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi terselenggaranya Ruwatan Massal Muharam sebagai salah satu tradisi budaya yang menjadi daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Demak.
“Ruwatan Massal di Kadilangu merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan kearifan lokal yang sangat kuat. Tradisi ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya peninggalan Sunan Kalijaga, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya,” kata Endah.
Menurutnya, pelestarian tradisi seperti Ruwatan Muharam perlu terus didukung agar nilai-nilai budaya tetap terjaga sekaligus mampu menarik kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.(Dinparta/jkv/jm)

