


Demak – Gentong peninggalan Sunan Kalijaga di Kadilangu menjadi salah satu spot yang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan religi di kompleks Makam Sunan Kalijaga. Benda bersejarah ini dipercaya membawa berkah karena merupakan peninggalan langsung dari Sunan Kalijaga atau Raden Syahid.
Menurut penjaga lokasi, Edi dan Dimas, air dalam gentong tersebut berasal dari sungai yang diambil secara bergiliran oleh petugas dari sekitar kompleks makam. Sebelum disalurkan ke gentong, air terlebih dahulu disaring dan disterilisasi agar layak dikonsumsi. Menariknya, jika gentong diisi dengan air mineral, rasa airnya justru menjadi tidak enak dan berbeda dari biasanya.
Dahulu, gentong ini berfungsi sebagai padasan (tempat wudhu) dan pedaringan (tempat menyimpan beras). Kini, selain menjadi simbol peninggalan sejarah, gentong tersebut juga menjadi daya tarik spiritual bagi para peziarah yang datang untuk mengambil airnya sebagai bentuk ngangsu berkah. Air itu digunakan untuk berwudhu, diminum, atau sekadar membasuh muka dan tangan.
Pengelola mengimbau para peziarah agar tertib, tidak mencuci botol di lokasi, serta mengambil air secukupnya. Tradisi ini terus dijaga sebagai upaya melestarikan warisan Sunan Kalijaga yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.(Demak/hm/jm)

