

Keberadaan Gunungan Hasil Bumi yang nampak dalam prosesi Abon² yang diarak menuju Pendopo Notobratan, Sabtu (15/6/24), selain menjadi simbol sinergitas PemKab.Demak yang dukung pelestarian budaya kearifan lokal, sekaligus merupakan bentuk syukur akan hasil alam yang melimpah ruah dari Sang Pencipta Alloh S.W.T yang dapat dinikmati seluruh warga Demak dan sekitar selama ini.
Perebutan Gunungan Hasil Bumi dalam prosesi tradisi ini, masih menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa masyarakat sekitar yang mempercayai akan berkah dari jenis² palawija yang disusun berundak dan diarak serta didoakan pada prosesi tersebut.
Seru dan keriuhan memperebutkan jenis² palawija yang memiliki makna tersebut nampak terlihat di sisi kanan area pendopo Notobratan.
Adapun makna simbolisasi dari keberadaan beberapa jenis Palawija yang terdapat pada gunungan tersebut, adalah sebagai berikut; Pala Kependem menjadi simbol dalam memahami asal usul manusia; Pala sampar, dimaknai sebagai perilaku manusia menghadapi kehidupan, dan Pala gumantung menjadi makna, di mana manusia perlu melihat ke atas untuk mensyukuri segala sesuatu yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta.(Dinparta/jm)






