
Demak – Sorak warga menggema saat ribuan tusuk sate keong dibagikan di Festival Megengan di Demak. Di balik suksesnya pencatatan rekor sajian sate keong terbanyak itu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu sederhana bernama Lilis, sosok yang dipercaya langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Demak untuk menyiapkan hidangan bersejarah tersebut.
Lebih dari dua puluh tahun menggeluti usaha kuliner melalui Glory Catering, Lilis terbiasa menangani pesanan besar. Namun menyiapkan ribuan tusuk sate sekaligus tetap menjadi tantangan tersendiri. Ia harus memastikan setiap tusuk memiliki rasa, tekstur, dan kematangan yang sama. “Yang sulit itu bukan jumlahnya, tapi menjaga kualitasnya,” ujarnya.
Dengan tiga tahapan pengolahan khusus, ia mampu mengubah daging keong yang dikenal alot menjadi lembut dan gurih tanpa bau amis. Semua bahan dipilih langsung dari keong segar hasil tangkapan sawah dan sungai, karena baginya kualitas bahan adalah kunci utama kelezatan.
Keberhasilan rekor ini bukan sekadar soal angka 10.000 tusuk sate, melainkan bukti kerja keras di balik layar. Dari dapur sederhana milik Lilis, lahir pencapaian besar yang mengangkat kuliner tradisional menjadi kebanggaan daerah sekaligus menorehkan sejarah nasional.(Dinparta/jm/sf)






