

Demak – Pentas Adiluhung dalam rangkaian Grebeg Besar Demak 2026 sukses menambah semarak dan kemegahan iring-iringan rombongan Prajurit Patang Puluhan yang mengawal Kereta Bupati Demak dan Lurah Tamtomo dalam prosesi penghantaran minyak jamas menuju lingkungan Kadilangu kepada Ahli Waris Kanjeng Sunan Kalijaga, Rabu (27/5/26).
Prosesi budaya yang sarat nilai sejarah dan spiritual tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda dari sejumlah instansi pendidikan di Kabupaten Demak.
Sebanyak 31 peserta didik dari MA Al Irsyad Demak turut ambil bagian dalam barisan Prajurit Pati Unus dan Pandan Arum.
Sementara itu, 20 pelajar dari SMA Negeri 1 Demak tampil dalam parade Keris Sapu Jagad yang menjadi salah satu daya tarik utama kirab budaya tersebut.
Kemeriahan prosesi juga semakin terasa dengan penampilan grup drumband dari MTs Nurul Huda Dempet yang menghadirkan tabuhan seirama penuh semangat sepanjang jalannya iring-iringan.
Tak hanya itu, Pentas Adiluhung juga dimeriahkan oleh penampilan kelompok rebana Tanbihun yang beranggotakan dua puluh lima personel, sembilan representasi tokoh Wali Songo dari generasi muda, penampilan atraktif Sanggar Lestari Budoyo melalui Tari Tongtek, yang melibatkan 45 anggotanga, hingga atraksi spektakuler dari kelompok Barongan Kademangan yang tampil memukau di barisan penutup.
Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak, khususnya generasi muda, dalam menyukseskan rangkaian Grebeg Besar Demak tahun ini.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dan komunitas seni budaya menjadi bukti bahwa tradisi warisan leluhur masih mendapatkan tempat di hati generasi muda.
“Pentas Adiluhung ini bukan hanya menjadi hiburan budaya, tetapi juga bentuk nyata pelestarian tradisi dan pengenalan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda. Kami berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh sehingga Grebeg Besar Demak tetap lestari dan semakin dikenal luas,” ujar Endah.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas seni, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga eksistensi tradisi budaya khas Demak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(Dinparta/jm)






