

Demak – Pasar Ndoro Bei yang ramaikan kegiatan Catur Sasangka di lingkungan Pendopo Notobratan, Sabtu hingga Minggu, (26/8/23) hingga (27/8/23), berhasil menarik sejumlah animo warga Demak.
Suasana pasar yang digelar dengan konsep klasik era tahun 1700 hingga 1800, dengan alat tukar kepeng atau koin berbahan dasar kayu berbentuk bulat tersebut menjadi salah satu keunikan tersendiri dalam suasana pasar yang dipenuhi dengan stand berbahan dasar bambu beratapkan rumbia kering.
Keberhasilan membawa memori masa lampau melalui pasar Ndoro Bei, merupakan salah satu gagasan inovatif dan kreatifitas yang berasal dari kolaborasi dan sinergitas yang baik antara Sanggar Seni Padma Baswara, asuhan Ika Febriani bersama Dinas Pariwisata Demak.
“Menghadirkan memori masa lampau di era digitalisasi saat ini, merupakan tantangan tersendiri bagi kami dan tim, tentunya pihak Dinas Pariwisata juga. Namun, dengan terlaksananya pasar Ndoro Bei dengan animo warga Demak yang memadati stand makanan, minuman dan jajan pasar tempo dulu, merupakan keberhasilan seluruh tim yang terlibat dalam kegiatan ini.”kata Ika
Lanjutnya, Pasar Ndoro Bei menghadirkan pula beberapa aneka makanan dan minuman khas Demak, seperti nasi Ndoreng, Kopi Poro, Jamu Coro, Es merah yang berisikan kolang kaling, buah khas Kanjeng Sunan Kalijaga yang dipadukan dengan agar agar, potongan roti, dawet diguyur kombinasi santan dan sirup secang kaya rempah.
Dirinya pun menambahkan, kehadirin jajan pasar tempo dulu menjadi pelengkap alternatif pilihan kuliner yang dapat dinikmati oleh pengunjung, seperti jadah, es dawet ayu, es dung dung, dan gulali. Keanekaragaman pangan dan minuman ini, tentulah menarik para pengunjung yang membawa serta sanak keluarganya.(Dinparta/jm)






