Masih Kokoh Setelah Puluhan Tahun, Ada Kompas Srkaligus Jam Matahari Bersejarah di Girikusumo Demak

www.pariwisata.demakkab.go.id

Sebuah kompas yang juga berfungsi sebagai jam matahari menjadi salah satu daya tarik bagi para peziarah maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Banyumeneng, Girikusumo, tepatnya di depan Masjid Bait Al Salam.

Peninggalan bersejarah tersebut menarik perhatian karena di bagian atasnya terdapat pahatan bertuliskan tahun 1960. Meski telah berusia puluhan tahun, kompas sekaligus jam matahari itu masih terawat dengan baik dan tetap berdiri kokoh sebagai salah satu penanda sejarah yang menyimpan nilai edukasi sekaligus religi.

Keberadaan kompas dan jam matahari ini menjadi saksi tetap bertumbuhnya warisan perkembangan agama Islam di Girikusumo yang diwariskan oleh tokoh alim ulama, Syeikhul Islam Muhammad Hadi. Sosok ulama kharismatik tersebut dikenal tak pernah lelah menyiarkan ajaran Islam hingga ke kawasan perbukitan Girikusumo, sehingga meninggalkan jejak sejarah yang hingga kini masih dapat disaksikan oleh masyarakat.

Selain memiliki fungsi sebagai penunjuk arah mata angin, penunjuk arah kiblat sholat dan penanda waktu berdasarkan posisi matahari, keberadaan benda bersejarah ini juga memperkaya khasanah nilai wisata religi Banyumeneng.

Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi terjaganya peninggalan bersejarah tersebut.

“Keberadaan kompas dan jam matahari ini merupakan bukti bahwa Girikusumo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang patut dibanggakan. Peninggalan seperti ini harus terus dirawat dan dilestarikan sebagai media edukasi bagi generasi muda, sekaligus menjadi daya tarik yang mampu memperkuat posisi Kabupaten Demak sebagai destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal,” ujar Endah.

Dengan tetap terawatnya kompas dan jam matahari yang telah berusia puluhan tahun ini, Banyumeneng Girikusumo tidak hanya menghadirkan destinasi ziarah, tetapi juga menjadi ruang belajar sejarah yang menghubungkan jejak perjuangan dakwah Islam dengan kehidupan masyarakat hingga saat ini.(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1