Lahir dari Krisis Minyak Goreng, Semprong Jahe Demak Siap Jadi Oleh oleh Baru Khas Demak

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Ekonomi kreatif subsektor kuliner di Kabupaten Demak terus berkembang melalui inovasi para pelaku UMKM. Salah satunya ditunjukkan Rahmawati, pemilik DARA CAKE asal Dukuh Sekaran RT 03 RW 01, Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, yang menghadirkan Semprong Jahe sebagai camilan tradisional dengan sentuhan inovasi.

Produk yang mulai dikembangkan sejak 2021 itu lahir dari tantangan kelangkaan minyak goreng. Berbeda dari camilan tradisional pada umumnya, Semprong Jahe diproduksi tanpa menggunakan minyak goreng sehingga menghasilkan kudapan yang renyah dengan cita rasa manis dan aroma jahe yang khas.

Dipasarkan dalam kemasan 250 gram seharga Rp25.000, Semprong Jahe menjadi salah satu produk unggulan DARA CAKE. Selain itu, usaha rumahan tersebut juga memproduksi bolu panggang, brownies, dan kue tart.

Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan Semprong Jahe menjadi contoh bagaimana kreativitas mampu meningkatkan nilai tambah produk kuliner tradisional.

“Subsektor ekonomi kreatif kuliner memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata Kabupaten Demak. Inovasi seperti Semprong Jahe DARA CAKE tidak hanya menjaga warisan kuliner lokal, tetapi juga menciptakan produk yang memiliki nilai jual, berdaya saing, dan berpotensi menjadi oleh-oleh khas Demak,” ujarnya.

Menurut Endah, penguatan subsektor ekraf kuliner akan terus didorong melalui promosi dan kolaborasi agar semakin banyak produk lokal yang dikenal masyarakat luas serta mampu menjadi daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif.(Dinparta/fr/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1