

Demak – Sebagai wujud Syukur, keberhasilan rangkaian kegiatan Catur Sasangka yang lahir akan inisiasi dan kolaborasi bersama Sanggar Seni Padma Baswara dan Dinas Pariwisata Demak, Kirab Tumpeng yang berisikan satu set lengkap hidangan Chaos Dhahar, kuliner kekhasan Demak yang autentik dengan makanan kesukaan Kanjeng Sunan Kalijaga, diarak sedari Sasana Rengga, menuju Pendopo Notobratan, Kadilangu, Sabtu, (26/8/23).
Iring iringan kirab Tumpeng dikawal oleh Sentono Ndalem Prajurit Tombak, lengkap dengan bunyi bunyian gamelan monggong yang menambah kesakralan kegiatan tersebut.
Tumpeng diserahkan oleh Raden Kristiawan dari pihak Sasana Rengga, kepada Sesepuh Kadilangu, R.H.Muhammad Cahyo Imam Santoso. Serah Tumpeng yang memiliki filososfi sebagi wujud syukur atas lancarnya kegiatan, juga merupakan simbolisasi restu dan ijin yang telah diberikan oleh pihak waris Kasepuhan Kadilangu terhadap serangkaian kegiatan Catur Sasangka di lingkungan Pendopo Notobratan.

“Adanya gagasan meyelenggarakan kegiatan Catur Sasangka sebagai wujud Nguri uri atau melestarikan budaya Demak, adalah sesuatu yang layak mendapatkan apresiasi serta dukungan dari waris Kasepuhan Kadilangu.”kata R.H Muhammad Cahyo Imam Santoso
Dirinya pun menambahkan, kegiatan yang lahir akan kolaborasi dan sinergitas bersama antara Sanggar Seni Padma Baswara, Ika Febriani dan Ferdy beserta Dinas Pariwisata Demak diharapkan mampu berkelanjutan di setiap masa. Hingga kekayaan potensi budaya Demak mampu dikenal dan menarik wisatawan dunia untuk singgah dan mengenal Sejarah serta Budaya Demak lebih dalam.(Dinparta/jm)






