

Demak – Jenang Merah Kastiah dari Desa Bungo, Wedung, Demak, merupakan kuliner tradisional yang tetap lestari meski perkembangan zaman. Dibuat dari ketan, gula, dan kelapa dengan cara tradisional, jenang ini diminati tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga pembeli dari berbagai kota di Indonesia hingga Singapura dan Malaysia. Usaha rumahan ini kini diteruskan oleh putranya, Subkhan, yang mewarisi keterampilan membuat jenang secara turun-temurun.
Selain jenang, keluarga juga memproduksi wingko sesuai pesanan. Proses memasak jenang masih menggunakan metode tradisional, dimasak hingga enam jam untuk menghasilkan warna merah dan tekstur khas. Menjelang Lebaran, produksi bisa mencapai 60 kg per minggu karena tingginya permintaan. Usaha keluarga ini tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan kuliner khas Desa Bungo hingga dikenal ke mancanegara.(Dinparta/sm/jm)

