

Demak – Dibuka dan dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Demak, Endah Cahya Rini, kegiatan evaluasi, koordinasi dan Desk Data Prioritas Semester I, turut dihadiri pula perwakilan BPS, Maskuri Zein, Plt.Ka.Bid Statistik dan Persandian DINKOMINFO, Harso dan Ka.Bid Informasi dan Komunikasi Publik DINKOMINFO, Selasa, (5/9/23).
Kegiatan yang dilangsungkan di ruang SEDEB (Super Eksekutif Demak Data Base) DINKOMINFO, diikuti oleh admin data dari setiap OPD di Demak. Dalam hal ini, admin data Dinas Pariwisata Demak, Jelita berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Acara yang diinisiasi oleh DINKOMINFO dan didukung oleh BPS Demak, dimulai dengan pencocokan data yang telah terpenuhi sesuai target list data masing masing OPD selama triwulan I, triwulan II hingga data Semester I dalam progress pengumpulan data yang dikerjakan oleh admin data.
Evaluasi yang dilaksankan dengan pencocokan data yang telah dilakukan oleh tiap OPD yang dibantu oleh admin wali data DINKOMINFO, dilanjutkan dengan proses koordinasi dan desk mengenai kendala dan solusi penyelesaian data yang belum terpenuhi dalam triwulan I, triwulan II hingga Semester I.
“Mendukung keberhasilan program satu data Indonesia bukanlah tanggungjawab perseorangan ataupun instansi terkait pendataan. Adanya kolaborasi dan sinergitas antara Pembina data, Koordinator data, Wali data dan Pengumpul data diperlukan.”kata Endah
Lanjutnya, untuk itulah dibutuhkan kolaborasi dan responsibilatas cepat dan akurat dari seluruh komponen terkait. Untuk itulah, diharapkan struktur kepemimpinan paling atas di setiap OPD wajib mengambil peran penting dalam membantu admin data, yang bergerak selaku pengepul ataupun pengumpul data untuk memperoleh data yang akan disetorkan ke Wali data.
Dirinya pun menambahkan, adanya kegiatan evaluasi, koordinasi dan desk yang dilangsungkan di ruang SEDEB, diharapkan mampu menjadi salah satu solusi yang dapat diambil oleh DINKOMINFO, selaku Wali data untuk membantu kesulitan ataupun kendala yang dihadapi oleh admin data selaku pengumpul data. Hingga, pengumpulan data untuk mendukung program satu data Indonesia mampu berjalan secara optimal dan maksimal.(Dinparta/jm)

