Dari Pesisir Demak ke Riau, Kerupuk Kerang Hijau dan Peyek Mangrove Jadi Sorotan

www.pariwisata.demakkab.go.id

 

DEMAK – Produk unggulan Desa Wisata Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mencuri perhatian peserta Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) WALHI 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, Jum’at (21/8/26) hingga Selasa (25/8/26).

Dua kuliner khas pesisir Bedono, yakni kerupuk kerang hijau dan peyek daun mangrove, mendapat respons positif dari peserta. Kehadiran produk tersebut sekaligus memperkenalkan potensi pesisir, kreativitas, serta produk ekonomi masyarakat Bedono di tingkat nasional.

KNLH WALHI 2026 mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”. Di tengah pembahasan isu lingkungan, produk Bedono menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana potensi alam dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.

Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan pengembangan desa wisata perlu menghubungkan potensi alam, masyarakat, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Ini contoh bagaimana pariwisata dan ekonomi kreatif bisa berjalan bersama dengan kepedulian lingkungan. Kerupuk kerang hijau dan peyek daun mangrove membawa nama Bedono sekaligus memperkenalkan potensi masyarakat pesisir Demak di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, produk kuliner khas desa wisata juga berpeluang menjadi oleh-oleh sekaligus media promosi destinasi.

Melalui keikutsertaan dalam KNLH WALHI 2026, Desa Wisata Bedono menunjukkan bahwa potensi lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk mengenalkan wisata pesisir dan ekosistem mangrove Bedono kepada masyarakat dari berbagai daerah.(Dinparta/jkv/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1