
DEMAK – Potensi ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kriya terus berkembang di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, melalui BUMDes Kebonbatur yang mengembangkan kerajinan anyaman bambu.
Bambu diolah menjadi berbagai produk fungsional seperti tebokan dan ancakan. Produk kerajinan tersebut kini telah dipasarkan hingga sejumlah kabupaten/kota tetangga dan mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan, kerajinan anyaman bambu merupakan contoh pemanfaatan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga keterampilan tradisional masyarakat.
“Pengembangan kriya seperti anyaman bambu perlu terus didorong melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan perluasan pemasaran agar semakin dikenal dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan BUMDes Kebonbatur menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai jual sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat. Pemesanan dapat dilakukan melalui via whatshapp Ali di nomor ponsel 0856 0007 0878.(Dinparta/mm/jm)

