
Demak – Makam makam kuno di Kabupaten Demak menyimpan jejak peradaban masa lalu yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata edukasi sejarah dan religi. Potensi ini dibahas dalam Sarasehan Sejarah dan Cagar Budaya hari kedua di Aula Budi Utomo Dindikbud Demak, Kamis (29/10/26).
Sarasehan menghadirkan K. M. Yaser Arafat, peneliti dan penulis buku Nisan Hanyakrakusuman, serta Taufik Adi Susilo, peneliti sekaligus kreator konten Plesir Wali. Keduanya menyoroti nilai sejarah nisan dan keberadaan makam-makam kuno di Demak yang sebagian kondisinya memprihatinkan serta mengalami perubahan yang mengurangi keasliannya.
Menanggapi diskusi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, melalui Kabid Promosi dan Pemasaran yang juga merupakan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Demak, Nadhif Alawi menilai peninggalan tersebut dapat memperkaya narasi wisata sekaligus menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
“Jejak makam-makam tua ini dapat bercerita dan menguatkan narasi sejarah yang lebih luas, sekaligus membuat Demak semakin menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.
Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini menekankan pentingnya pendataan dan dokumentasi, kajian, serta proses penetapan cagar budaya sesuai ketentuan.
Ia pun menambahkan, seyogyanya pelestarian yang tepat diharapkan mampu menjaga keaslian peninggalan sekaligus mendukung pengembangan wisata edukasi yang mengenalkan sejarah dan identitas Demak kepada generasi mendatang.(Dinparta/jm)

