
Demak – Di tengah arus modernisasi, masyarakat Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, masih setia menjaga tradisi Bakawah atau Mapag Manten sebagai bagian penting dalam prosesi pernikahan adat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol penghormatan kepada keluarga mempelai sekaligus wujud pelestarian budaya lokal.
Dalam pelaksanaannya, keluarga mempelai pria membawa berbagai hantaran, mulai dari jajanan tradisional hingga kebutuhan rumah tangga. Hantaran tersebut melambangkan kesiapan mempelai pria dalam membangun kehidupan baru bersama pasangannya. Selain itu, tradisi Bakawah juga mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, serta mempererat hubungan antarkeluarga.
Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
“Bakawah merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan menjadi identitas masyarakat Demak. Tradisi ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap leluhur. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan serta dikenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Demak,” ujar Endah.
Menurutnya, keberadaan tradisi-tradisi lokal seperti Bakawah memiliki potensi besar untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Demak. Dengan terus dijaga dan dipromosikan, tradisi ini dapat menjadi aset budaya yang bernilai bagi generasi sekarang maupun mendatang.(Dinparta/sip/jm)

