Buah Mangrove Dipesisir Pantai Demak Disulap Menjadi Batik Bernilai Tinggi

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Siapa menyangka buah mangrove yang jatuh dan membusuk di pesisir bisa berubah menjadi batik elegan bernilai tinggi? Inovasi menakjubkan ini lahir di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, di mana para perempuan desa sukses mengubah hutan mangrove menjadi sumber kesejahteraan sekaligus daya tarik wisata.

Sejak tahun 2022, BUMDes Fathullah menemukan ada 40 spesies mangrove di Tambakbulusan. Dari situlah lahir ide pemanfaatan propagul mangrove yang sudah busuk sebagai pewarna alami batik. Hasilnya, kain batik menampilkan gradasi warna lembut, unik, beraroma khas, dan ramah lingkungan. Harga batik mangrove ini pun relatif terjangkau, mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per lembar, tergantung motif dan ukuran.

Dewi, salah satu perajin batik, bercerita bagaimana dirinya jatuh hati pada karya ini. “Awalnya ragu, tapi setelah melihat hasilnya, saya yakin batik mangrove punya masa depan. Warnanya indah, awet, dan berbeda dari batik biasa. Sekarang saya banyak menerima pesanan,” ungkapnya penuh semangat.

Terpisah, Ka.Dinparta Demak, Endah menilai langkah ini sebagai terobosan hebat. “Batik mangrove Tambakbulusan adalah bukti nyata bahwa pariwisata bisa sejalan dengan pelestarian lingkungan. Kami mendorong produk ini menjadi ikon baru Demak yang bisa menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan desa,” tegasnya.

Dengan pesona mangrove dan kreativitas warganya, Desa Tambakbulusan kini menjelma sebagai contoh desa wisata berdaya. Siapa pun yang ingin memiliki batik eksklusif ramah lingkungan ini bisa langsung menghubungi Dewi di 082142291097. Dari akar laut yang sederhana, lahirlah karya istimewa yang membawa nama Demak ke panggung pariwisata kreatif.(Dinparta/es/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top