

Demak – Kawasan pesisir Kampung Nelayan Betahlawang, Kecamatan Bonang, masih terdapat lokasi pembuatan kapal kayu tradisional yang menjadi pemandangan khas kehidupan masyarakat pesisir.
Salah satu pengrajin yang masih aktif hingga kini adalah Rondi, yang dikenal memiliki keahlian turun-temurun dalam membuat kapal kayu untuk kebutuhan melaut dan memancing. “Kalau kapal kecil bisa sebulan selesai, tapi yang besar bisa sampai dua bulan. Semua dikerjakan manual, mulai dari ngukur sampai cat akhir,” ujar Rondi saat ditemui di bengkel kapalnya di tepi sungai Betahlawang, Jum\’at (31/10/25).
Ia menambahkan, sebagian bahan baku kayu didapat dari luar daerah, sedangkan desain kapal biasanya disesuaikan dengan permintaan nelayan. Aktivitas pengerjaan kapal dilakukan dari pagi hingga sore, sehingga kawasan ini selalu ramai dengan suara gergaji, palu, dan tawa para pekerja.
“Kadang ada orang luar kota yang tengah berwisata datang cuma ingin melihat cara bikin kapal, katanya unik dan jarang ada yang kayak gini. Melihat kondisi ini, saya berharap Betahlawang berpotensi menjadi destinasi wisata ekonomi kreatif pesisir yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi maritim Demak ke tingkat nasional bahkan internasional.” pungkas Rondi sambil tersenyum.(Demak/hm/jm)

