Demak – Pandangan sukses bagi Hadi Mulyono yang telah berkecimpung dalam usaha bakso selama 34 tahun, adalah di mana kemampuannya yang terus meningkat hingga dapat bertahan, mengembangkan usaha, serta melebarkan circlenya, hingga dapat berintegritas bersama pemerintah, dalam dukung para pelaku ekraf yang mulai merintis usaha.
Dirinya yang berkesempatan di interview dalam program NGOPI, Rabu (26/11/25) pun menegaskan bahwa background kemiskinan, bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan jika disertai keuletan, kreativitas, inovasi, dan sikap pantang menyerah.
Hadi juga berkesempatan berbagi informasi mengenai produknya yang dibandrol mulai harga lima belas hingga dua puluh satu ribu untuk per porsi bakso, dan disusul mie ayam yang dipatok sebelas ribu rupiah, sera tahu bakso berisi sepuluh biji per bungkus dengan harga tujuh belas ribu rupiah.
Setiap hari, usaha yang konsisten dan komit mempertahankan kualitas serta higeinitas tempat dan barang ini, mampu memproduksi 50 hingga 100 kg daging sapi segar untuk menjadi olahan bakso dan tahu bakso andalannya. Bahkan produk² unggulan yang dikenal awal dari mulut ke mulut miliknya, kini mulai dipasarkan melalui media sosial Facebook dan pemesanan melalui GoFood.(Dinparta/jm)


