
Demak- Tradisi guyangan atau mensucikan dan membersihkan kereta kencana merupakan tradisi rutin yang telah di lakukan di saat menjelang prosesi iring-iringan prajurit patangpuluhan. Guyangan biasanya di laksanakan sebelum puncak acara Grebeg Besar Demak pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Ritual guyangan ini dimulai pada tahun 2017 bertujuan untuk mensucikan atau membersihkan properti Kirab Prajurit patangpuluhan. Sehingga alat alat yang akan di gunakan dalam kegiatan budaya iring-iringan pengawal minyak jamas dalam keadaan baik. Harapannya pada hari pelaksanaan mendapatkan kelancaran, keselamatan dan tidak mengalami kendala apapun.
Dinas Pariwisata Kabupaten Demak menyelenggarakan guyangan pada kereta kencana yang akan di naiki oleh Adipati Bintoro (Bupati Demak dan pejabat lainnya). Kereta yang dinaiki bupati Demak diberi nama kereta kencana Kyai Bintoro. Selain kereta kencana ada juga kereta yang akan dinaiki wakil bupati dan lurah Tamtama yang dimandikan atau dibersihkan juga perlengkapan lainnya juga dibersihkan.
Ada pula perlengkapan pusaka para prajurit patangpuluhan yang akan mengawal minyak jamas juga dibersihkan dan dikasih minyak. Seperti keris, tombak, pedang dan lainnya hal ini juga untuk memastikan bahwa properti siap digunakan. Tradisi Guyangan ini biasa di lakukan di halaman belakang Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.
Kegiatan guyangan ini biasa dilakukan oleh Ahmad Widodo selaku budayawan Kabupaten Demak sambil diiringi doa dan kidung rekso. Ada juga selametan atau syukuran dengan bubur, jajan pasar dan tumpengan. Guyangan ini upaya dan berdoa kepada Allah agar kegiatan Grebeg besar lancer dan bisa memberikan kebermanfaatan serta keberkahan masyarakat Demak. ( Dinpar/Eza)

