Demak- Saka Pramuka Pariwisata Kwarcab Demak mengadakan latihan rutin persiapan kegiatan ruwatan. Latihan persiapan ruwatan dilaksanakan di Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Ruwatan adalah kegiatan kearifan budaya lokal dalam melestarikan tradisi yang diajarkan kanjeng sunan Kalijaga. Ruwatan ini juga bertujuan untuk membersihkan manusia dari mara bahaya dan tradisi membuang sengkala.
Setiap kegiatan ruwatan yang dilaksanakan ahli waris kanjeng sunan Kalijaga di Pendopo Notobratan Kadilangu selalu melibatkan Saka Pariwisata Demak menjadi petugas. Ruwatan ini dilaksanakan setahun dua kali dibulan rajab dan bulan Muharam.
Sabtu (27/1/2024) dalam latihan rutin berkosentrasi persiapan Saka Pariwisata Demak menjadi petugas yang mengurus Sukerto. Sukerto adalah peserta ruwatan yang akan mengikuti semua proses untuk membuang sial.
Tugas pertama anggota Saka Pariwisata nantinya adalah mengenakan kain putih sebagai baju para sukerto. Setelah baju terpasang rapi dan ditali akan dikirab dan sukerto mengikuti prosesi sampai selesai. Kegiatan ruwatan direncanakan hari minggu (4/2/2024) di pendopo Notobratan Kadilangu dari jam enam pagi sampai selesai.
Dipa Adelia salah satu dewan saka mengugkapkan “ Saka pariwisata Demak terlibat aktif dalam mensukseskan wisata budaya ruwatan. Ruwatan adalah tradisi membuang sengkala “ membuang sial” atau marabahaya kepada sukerto “ peserta yang diruwat”. Ruwatan dilaksanakan di pendopo Notobratan Kadilangu sebagai tradisi melestarikan ajaran Kanjeng sunan Kalijaga” ungkap Dipa.
Dipa juga menambahkan “ dalam mensukseskan kegiatan tersebut dirasa perlu memberikan pembekalan. Sehingga anggota Saka yang diterjunkan punya gambaran tugas yang dilakukan saat ruwatan. Hal ini juga memberikan kesempatan anggota Saka bisa terlibat aktif dalam mengenalkan wisata budaya di Demak” pungkas Dipa. (Dinpar/Echa).




