
DEMAK, Minggu (4/2/2024), Saka Pariwisata Kwarcab Demak ikut serta dalam mensukseskan kegiatan ruwatan. Ruwatan Massal yang di laksanakan di Pendopo Notobratan Kasepuhan Kelurahan Kadilangu Demak Kota menjadi wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Demak.
Ruwatan merupakan sebuah upacara dalam kebudayaan jawa yang ditujukan untuk membuang keburukan “ guwak sengkolo” atau menyelamatkan sesuatu dari sebuah gangguan. Seseorang yang diruwat disebut dengan Sukerto yang berharap bisa membuang sial dan marabahaya serta dimudahkan hajatnya.

Seseorang atau sesuatu yang telah diruwat di harapkan mendapat keselamatan, kesehatan, kebahagiaan dan ketentraman kembali. Ruwatan di Kabupaten Demak dilaksanakan rutin setahun dua kali oleh panitia ruwatan dari Kadilangu. Kegiatan ruwatan biasanya dilakukan rutin setiap bulan muharam dan rajab.
Peserta yang di ruwat atau Sukerto bukan hanya Masyarakat Demak saja tetapi ada beberapa dari kota lain seperti Kudus, Pati, Grobogan, Jepara bahkan terdapat juga yang dari luar jawa.Kegiatan ruwatan rajab kali ini berjumlah 224 sukerto.
Tahapan prosesi upacara ruwatan yaitu meliputi kirab, proses serah terima dari penyelenggara ke dalang, ruwatan dengan pagelaran wayang. Kemudian siraman yang melibatkan pembersihan tubuh manusia dengan menggunakan air kembang yaitu kembang kenanga, kembang mawar, kembang melati, dll.

Selanjutnya dilanjutkan dengan memotong rambut dan kuku serta benang lawe, yang melambangkan pemotongan dan pembuangan segala hal yang kotor. Prosesi berikutnya dilakukan melepas burung, tebusan dan pelepasan kupat luar “ melepaskan janji atau melepas kesialan”. Terakhir selametan agar yang di ruwat selalu dalam keadaan selamat dan dimudahkan hajatnya.
Eko selaku Pamong Saka Pariwisata mengungkapkan “ Anggota Saka Pariwisata terlibat aktif dalam kegiatan ruwatan yang dilaksanakan di pendopo Notobratan Kadilangu. Kegiatan ini diharapkan mampu menerapkan kepada anak untuk mencintai budaya Demak yang melestarikan ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga. Selain itu ruwatan menjadi salah satu budaya lokal dan tradisi yang ada di Kabupaten Demak untuk membuang sial atas seizin Allah” ungkap Eko.
Eko juga menambahkan “ Sebelum ditugaskan dalam ruwatan anggota Saka dibekali dan disiapkan untuk bisa menjalankan tugas dengan baik. Selanjutnya pengalaman dalam kegiatan ruwatan diharap mampu menjadi kegiatan sadar wisata. Utamanya mampu menumbuhkan rasa bangga dengan wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Demak” pungkas Eko.

