Ruwatan Teradisi Ritual Pembersihan Nasib Buruk di Pendopo Notobratan Bulan Rajb – Muharram

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Paguyuban Keluarga Ahli Waris Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu Demak kembali menggelar tradisi ruwatan massal di Pendapa Notobratan Kasepuhan, Kadilangu, Minggu (18/1/25). Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Rajab dan menjadi agenda rutin tahunan yang digelar dua kali, yakni pada bulan Muharam dan Rajab.

Ruwatan massal tersebut diiringi pagelaran wayang kulit sebagai media utama dalam prosesi ritual penyucian diri atau pembuangan kesialan (guwak sengkolo). Sebanyak 318 peserta ruwatan atau sukerto, yang mengenakan kain putih, mengikuti prosesi ini. Peserta berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Demak, tetapi juga Pati, Grobogan, Kudus, Jepara, Magelang, Blora, hingga luar Jawa.

Ketua Panitia Ruwatan, Adi Purnomo, menyampaikan bahwa tradisi ruwatan ini merupakan upaya melestarikan ajaran dan nilai budaya yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Hingga kini, ruwatan masih dipercaya masyarakat sebagai bentuk ritual penyucian diri yang sarat makna spiritual dan budaya.(Dinparta/eza/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Scroll to Top