




Demak – Ribuan warga Demak padati perhelatan tradisi budaya Kirab Iring²anTumpeng Songo dan 90 \”Sangang Puluh\” Gunungan Hasil Bumi yang diarak dari Pendopo Demak hingga Masjid Agung, Minggu (16/6/24).
Prosesi dibuka oleh Bupati Demak dr.Hj.Eisti\’anah,SE bersama dengan Wakil Bupati Demak KH.Ali Makhsun,MSi didampingi Sekda Demak Akhmad Sugiharto dan jajaran Forkompimda.
Bupati Demak, Eisti menuturkan bahwasannya tradisi Tumpeng Songo memiliki makna yang mendalam, di mana bentuk kerucut yang menjulang ke atas memiliki simbol mengenai kodrat manusia untuk selalu ingat kepada Alloh SWT. Sedangkan kata “songo” diartikan sebagai simbol Wali yang berjumlah sembilan orang.
Lanjutnya, untuk kali ini Iring²an Tumpeng Songo terasa lebih lengkap dengan hadirnya inovasi keberadaan 90 (Sanga Puluh) Gunungan Hasil Bumi yang menjadi penambah makna lebih dalam, sebagai interpretasi 99 \”Asmaul Husnah\” Nama² Suci Alloh S.W.T Sang Pemilik Alam Semesta.
Eisti juga menambahkan pesan kepada Takmir Masjid Agung Demak, agar dalam pembagian Tumpeng Songo beserta 90 \”Sangang Puluh\” Gunungan Hasil Bumi kepada warga Demak agar berjalan tertib, aman dan kondusif. Hingga berkah dari kemasan budaya yang berisikan substansi nilai² agama ini dapat dinikmati seluruh warga Demak dan sekitarnya.(Dinparta/jm)






