Pesan Ka. Pusdiklatnas

www.pariwisata.demakkab.go.id

\"\"

\"\"
#pusdiklatnas #binawasaKwarnas #kwarnas
BERANI ITU KUNCI SUKSES
Pada mulanya, potensi diri seseorang dalam hal berani dan takut dimiliki secara seimbang. Dalam perjalanannya, manusia ketika memasuki dewasa menutup berani dengan takut. Takut lebih dominan. Berani tipis kemunculannya. Dampaknya, manusia sulit berkembang ketika asyik dan nyaman dengan rasa takutnya. Sebaliknya, manusia akan sukses karena berani melawan takut.

Lihat saja para kaum sukses. Steve Jobs berani mewujudkan ide tentang komputer harus dalam bentuk tipis dan kecil. Tentu, saat itu, keberanian Steve Jobs banyak ditentang oleh banyak orang. Dahlan Iskan berani mengubah pola koran dari berita biasa menjadi koran berberita dengan sentuhan kemanusiaan. Koran Jawa Pos yang dipimpin Dahlan Iskan menjadi koran laris. Begitu pula, tokoh dahsyat yang lain, seperti Jack Ma, Chairil Tanjung, Gojek, Bukalapak, dan lainnya.

Namun, banyak yang gagal dengan alasan sudah menerapkan keberanian. Padahal, kegagalan itu justru dikalahkan oleh ketakutan. Ketakutan sering tidak dirasakan karena banyak orang yang berlindung di zona aman. Dia selalu menyebut sudah berani. Padahal, dia hanya melakukan rutinitas.

Ketakutan memiliki turunan berupa ragu-ragu, enggan, malu disalahkan, miskin percaya diri, malas, merasa konyol, dan lunglai menghadapi masalah. Ketakutan demi ketakutan menumpuk menjadi baju keseharian. Lalu, mereka merasa nyaman dengan baju tersebut.

Walhasil, kreativitas menjauh dari diri yang takut. Inovasi lari dari jiwa yang takut. Ujungnya, mereka menyesali diri dan menyebut kondisinya sebagai takdir yang tidak bisa diikhtiarkan. Dia suka mengeluh. Dia menangisi nasib. Dia merasa menjadi manusia susah.

Bagi pramuka, berani menjadi hal yang wajib dilakukan. Jika berani tidak dilakukan, seorang Pramuka melanggar Dasadarma kedelapan, Disiplin, Berani, dan Setia. Pramuka harus bermula dari unsur keberanian. Berani menghadapi masalah. Dia harus berani menghadapi tantangan.

Untuk membiasakan sikap dan perilaku berani, pembina juga harus berani memberikan menu berlatih. Pembina berani memilih rute menantang untuk sebuah penjelajahan. Dia berani mengajak Pramuka untuk menjelajah jalur yang belum dilewati orang. Dia berani mengajak pramuka untuk berani. Berkemah dikemasnya dalam pola lain agar memberikan tekad berani bagi peserta didiknya.

Ajari peserta didik melawan ketakutan. Ajari mereka mengubah ketakutan menjadi sebongkah keberanian. Tentu, mengajari keberanian harus lewat proses dan pembiasaan. Lakukan secara rutin bereksplorasi keberanian.

Anak akan menyimpan bahkan menenggelamkan keberanian jika dalam berlatih selalu disalahkan. Penyakit yang harus dihindari adalah membentak-bentak, mengejek, merendahkan, marah-marah, membiarkan, dan tanpa apresiasi terhadap karya peserta didik.

Kesuksesan Pramuka ditentukan oleh jiwa dan karsa keberanian. Biasakan Pramuka berani berbuat dan bertanggung jawab. Rutinkan sang anak dalam berinisiatif tanpa ragu dan takut. Pembina selalu mengapresiasi karya pramuka dengan cara positif. Dekati mereka dengan gembira. Selamat membina. #kakyatno

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top