Keseimbangan Bukan Klenik

www.pariwisata.demakkab.go.id

Keris merupakan warisan leluhur kita yang dulu digunakan sebagai simbol kesewasaan dan kewibawaan seseorang. Seiring waktu berjalan apalagi di era modern seperti ini semakin sedikit anak muda yang melirik keris. Keris ada yang mengatakan sisipan dari \” barange mlungker ora iso gawe ngiris \” atau diartikan senjata berkelok yang tidak untuk memotong sesuatu. Keris dibuat oleh seorang empu dan membutuhkan waktu yang sangat lama dari proses sampai menjadi sebuah keris utuh. Keris ada beberapa macam bentuk ada keris lurus juga ada keris luk / lengkok. Pada bulan Muharram atau Syuro menurut orang jawa banyak yang menjamas atau membersihkan pusaka yang mereka miliki seperti keris, tombak, wedung dan lainnya.

Ada hal yang lumrah atau biasa bagi pecinta keris namun hal aneh atau mistis bagi orang awam. Keris yang bagus mempunyai titik keseimbangan yang baik pula. Manakala ditata sedemikian rupa pangkal dibawah atau ujung dibawah bisa berdiri. Ini semata adalah ilmu metafisika tentang keseimbangan bukan sekedar klenik. Sehingga kita manusia bisa mengambil pelajaran harus selaras serasi dan seimbang dalam menjalankan kehidupan ini. Hablum minannas dan Hablum minallah. Bekerjalah seakan kau hidup selamanya dan beribadahlah yang sebanyak banyaknya seakan akan esok kau telah tiada. Mari berfikir global namun tetap berlaku santun sesuai kearifan lokal.

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top