Forum Harmonisasi Dialog Ekraf Th. 2023

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"
\"\"

Demak – Sekretaris Dinas Pariwisata Demak, Kurnia Zauharoh, bersama dengan Plt.Ka.Bid.PODTW, Masluroh dan Sub.Kor.Promosi dan pemasaran pariwisata, Siti Cholifah menghadiri kegiatan Forum Harmonisasi Dialog Ekraf Th. 2023 yang berlangsung di Hotel Horison, Semarang, Sabtu, (20/5/23).

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian acara jejakk kreatif yang telah berlangsung sejak Jum’at, (19/5/23) tersebut, dibuka oleh Ka.Bid PODTW dan Ekraf Disporapar Jateng, Lina dengan menghdirkan beberapa narasumber.

Narasumber yang hadir di antaranya adalah, perwakilan dari pihak Kemenparekraf, Zaki, Praktisi Batik Pelakolang, Arief Wicaksono, Praktisi Online marketplace, Rizqi Mulyana, dan perwakilan UNNES, Wandah Wibanto.  

 “Adanya forum harmonisasi yang berlangsung pada saat ini diharapkan mampu menjadi salah satu wadah penyampaian informasi bagi masing perwakilan pelaku Ekraf ataupun Kab/Kota yang hadir untuk sesegera mungkin melaksanakan PMK3I (Penilaian mandiri Kab/Kota Kreatif Indonesia). Menilik sejauh ini, masih banyak yang belum menjadi Kab/Kota Kreatif.”kata Zaki

Ditambahkan olehnya, bahwasannya untuk menjadi Kab/Kota Kreatif perlu adanya Tindakan koorperatif dari Pemkab/kota dalam melakukan pengisian formular atau borang dalam pengumpulan potensi daerahnya. Hal tersebut dilakukan guna menjadi data dukung bagi tim Pusat dalam melakukan uji petik potensi, sebelum dilanjutkan dengan pengadaan FGD (Forum Group Discussion).

Lanjutnya, untuk itulah Kewenangan sepenuhnya diberikan kepada Kab/Kota dalam memilih keunggulan daerahnya, yang nantinya akan di tinjau ulang di lapangan oleh tim uji petik untuk akhirnya dapat disetujui oleh pihak Kemenparekraf dan Kepala Daerah.

“Jika nantinya diperlukan peran serta akademisi dalam mensukseskan program Kab/Kota kreatif, kami selaku praktisi di bidang akademisi menyampaikan kesiapan kami dalam membantu memfasilitasi pendampingan terhadap Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).”kata Wandah

Dirinya pun menambahkan, kesiapannya bersama pihak akademisi dalam memfasilitasi pendampingan, tetap memerlukan dukungan Dinas terkait dalam proses pelaksanaannya.

“Dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya Ekraf, kita tidak dapat mengesampingkan tentang adanya point Rebranding. Di mana point tersebut, dirasa sangat diperlukkan untuk menaikkan omset penjualan suatu produk yang telah ada untuk tetap mampu bersaing di pasaran.”kata Arief

“Untuk melakukan promosi produk ekraf saat ini, pemasaran melalui digital online marketplace dirasa merupakan sarana yang paling mudah diakses oleh konsumen yang memiliki mobilitas waktu terbatas untuk belanja secara offline ataupun on the spot. Untuk itulah fokus, kejelian dan konsistenitas produsen dalam memasarkan produk secara online dituntut ekstra dalam milenial ini.”pungkas Risqi

Closing Statement dari Praktisi Online marketplace, Rizqi Mulyana tersebut menutup forum Harmonisasi Dialog Ekraf Th. 2023 yang turut dihadiri perwakilan pelaku Ekraf Se JawaTengah.(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top