Filosofi Tari Bedhaya Tunggal Jiwa

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"

Demak- Tari Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan  elemen penting dalam upacara Grebeg Besar. Tari ini dilakukan pada tanggal 10 dzulhijah selepas shola tied. Tari di digelar pada acara pembukaan pemberangkatan raja Demak yang disimbolkan bupati Demak.

Bupati Demak yang akan dikirab bersama prajurit 40 dari pendopo Kabupaten Demak menuju makam sunan Kalijaga di Kadilangu. Untuk membawa bunga setaman dan minyak guna penjamasan pusaka adat kanjeng sunan kalijaga.

Apa makna simbolik yang terkandung pada tari Bedhaya Tunggal Jiwa. Penari berjumlah sembilan melambangkan para wali songo yang menyebarkan agama islam di pulau jawa dengan mengakulturasi budaya jawa.

Tari Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan salah satu unsur budaya masyarakat Demak, yang dipertunjukkan sebagai bagian dari rangkaian upacara tradisi Grebeg Besar di Kabupaten Demak. Kehadirannya sebagai kebutuhan estetis manusia serta menimbulkan keserasian manusia dan lingkungannya.

\"\"

 Unsur yang ditampilkan pada pertunjukan Bedhaya Tunggal Jiwa terdiri dari beberapa eleman di antaranya adalah penari, gerak, pola lantai, musik, rias, busana, properti dan tempat pementasan.

Makna simbolik Bedhaya Tunggal Jiwa sebagai gambaran menyatunya pejabat dengan rakyat dalam satu tempat untuk menyaksikan tari Bedhaya Tunggal Jiwa sehingga tampak sebuah kekompakkan, kedisiplinan dan kebersamaan langkah untuk menggapai cita- cita. Unsur-unsur simbolik ditunjukan pada peralatan yang digunakan dalam rangkaian upacara, tindakan yang dilakukan penari, arah dan angka sosial masyarakat Demak.

Mari bersama kita jaga kelestarian tari Bedhaya Tunggal Jiwa sebagai tarian tradisi Grebeg besar di Kabupaten Demak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top