Dampar Kencana di Masjid Agung Demak

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"

Demak – Dampar kencana merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang berwujud singgasana. Kursi kuno ini merupakan singgasana raja-raja Majapahit namun digunakan sebagai tempat khotbah di Masjid Agung Demak.

Konon diceritakan ketika Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi di Kerajaan Majapahit meupakan ayah dari Raden Fatah. Majapahit di rongrong dan diberontak oleh Girindawardana dari Kediri. Brawijaya V akhirnya kalah dan Majapahit dalam kendali Girindawardana.

Saat Girindawardana menjabat menjadi raja terkenal menjadi raja yang kejam dan semena mena. Penyebaran islam dibatasi dan hanya diperbolehkan di Demak dan ampel denta.

\"\"

Sunan Kalijaga dan para wali songo menyarankan raden Fatah untuk memerangi kedzoliman raja Girinda wardana. Ketika Demak menyerang Majaphit di bantu walisongo akhirnya menang. Kemudian sebagai bukti kemenangan Raden fatah, kemudian singgahsana  raja atau dampar kencana  dibawa ke Demak dan dijadikan tempat khotbah di Masjid Agung Demak.

Jika kita berkunjung ke Demak singgahlah ke ikon Demak yaitu Masjid Agung Demak. Didalam Masjid Agung Demak didepan pasujudtan imam di sebelah kanan kitab isa melihat dampar kencana yang masih terawat dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top