Composer Tari Kota Wali

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"
\"\"

Banyak Budayawan dan Seniman yang berpengaruh dalam menjaga kebudayaan jawa khususnya daerah Demak. Salah satu seniman dan budayawan yang berpengaruh di kabupaten Demak adalah seorang wanita yang mengawali karirnya sebagai guru seni di SMP N 1 Sayung Demak. Beliau adalah Ibu Dyah Purwani Setianingsih, SPd.MPd. Ibu dari dua anak ini mendapatkan perintah langsung dari Bapak Amin Aminie Setiana selaku Kasie Kebudayaan Dinas Pariwisata yang menjabat kala itu sebagai penyambung lidah Bapak Soekarlan selaku Bupati yang menjabat pada periode tahun 1986-1996. Bapak Soekarlan menghendaki adanya pelengkap prosesi penyerahan minyak jamas ketika Grebeg besar berlangsung. Berawal dari perintah tersebut, terciptalah Tari Bedhaya Tunggal Jiwa pada tahun 1989, yang langsung ditarikan pada event prosesi Grebeg besar di tahun yang sama, pada saat Hari Raya Idul Adha berlangsung. Tarian bergenre tradisional klasik tersebut, diberi nama Bedhaya Tunggal Jiwa oleh Bapak Soekarlan, yang memiliki arti dalam bahasa jawa yakni \”Manunggaling Kawulo Gusti\”. Bilamana diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki makna, \”Menyatu Dengan Tuhan Yang Maha Esa\”. Tarian Bedhaya Tunggal Jiwa tersebut, ditarikan dengan jumlah penari sebanyak sembilan orang. Jumlah sembilan ini, merupakan simbolisasi akan pengaruh besar sembilan wali dalam menyebarkan ajaran agama islam di tanah Jawa. Isi tarian Bedhaya Tunggal Jiwa juga mengintrepetasikan musik pengiring tari tersebut, yang tidak lain adalah gendhing jawa ciptaan Kanjeng Sunan Kali Jaga yaitu Ilir-ilir. Di dalam gerak Tari Bedhaya Tunggal Jiwa juga mengandung makna memerangi hawa nafsu yang menjadi musuh besar manusia dalam menghadapi hidup, hal ini nampak dengan keberadaan properti tasbih di dalam tarian. Tasbih merupakan simbol dan perantara manusia untuk tetap berdzikir mengingat Tuhan, serta senantiasa memohon ampun atas khilaf yang sering mengiringi kehidupan ini. Keberadaan Tari Bedhaya Tunggal Jiwa, selain sebagai pelengkap prosesi penyerahan minyak jamas, diharapkan dapat menjadi wujud dan bukti nyata manusia dalam menjaga budaya melalui seni.

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top