
Demak – Dirintis sejak 1997, usaha pentol dan es asem milik pasangan Rodiyah dan Sujadi tetap menjadi primadona di Jalan Pemuda, Demak.
Usaha yang dimulai dengan harga Rp25,- menggunakan sepeda ontel, kini telah bertumbuh, hingga mampu mencapai omset jutaan dengan produksi pentol capai 50 kg per hari dan 4 termos es asem yang kini diangkut menggunakan armada roda tiga (tosa).
Meski legendaris, dan sudah berjalan selama dua puluh sembilan tahun, harga dagangan Rodiyah dan Sujadi tetap merakyat; es asem mereka bandrol sebesar Rp2.000,- dan pentol mulai Rp3.000,- saja.
Izin usaha resmi yang dikantongi pasangan yang menua bersama ini, didukung dengan kualitas rasa yang konsisten, hingga akhirnya mampu memiliki daya magnet tersendiri bagi para wisatawan kuliner yang tengah mencari² jajanan unik tempo dulu di Demak.(Dinparta/fr/jm)

