Grafiti dan Mural

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"
\"\"
\"\"

Sering liat coretan-coretan yang berwarna-warni di pinggir jalan atau di tempat-tempat tertentu? Sejumlah orang menyebutnya dengan street art atau seni jalanan. Nah, seni jalanan itu ada banyak macamnya, seperti mural dan grafiti ini.

Mural dan grafiti seringkali dianggap sama, tapi keduanya merupakan karya yang berbeda. Mural adalah seni lukis atau menggambar pada media dinding. Lukisan atau gambar yang ada di tembok itu biasanya digunakan untuk menyampaikan kritikan tentang isu sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

Sedangkan graffiti menuliskan kata atau kalimat menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume. Alat yang biasanya digunakan untuk menggambar graffiti adalah cat semprot.

Nah, di masa #AdaptasiKebiasaanBaru, tak mengurungkan niat para pelaku seni grafiti di Indonesia untuk terus berkarya. Seperti Adi Dharma a.k.a Stereoflow (@stereoflow_id) bersama TEAMUP (@teamup.id), yang aktif dengan project-nya “Stereoflow Basketball Series”.

Project yang mengubah penampilan lapangan basket menjadi lebih keren dengan penambahan karya graffiti ini tak hanya memperhatikan segi penampilan, namun juga bertujuan untuk memperkenalkan secara lebih dekat kepada masyarakat tentang street culture di Indonesia. Stereoflow basketball court series kedua ini berkolaborasi dengan Wadezig yang merupakan sebuah clothing brand asli dari kota Bandung. Salut yaa, #SobatParekraf!

Hmm, sekarang tahu kan bedanya mural dan graffiti? Keduanya sama-sama digambar di media dinding tapi memiliki tujuan dan peralatan yang berbeda. Kalau Sobat lebih suka mural atau grafiti, nih?

BersamaJagaIndonesia

BanggaBuatanIndoenseia

WonderfulIndonesia

BangkitUntukIndonesiaMaju

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top