Soft Launching Kabupaten Demak

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"
\"\"
Senang sekali mendapat kesempatan untuk berbicara tentang anak muda, khususnya peran anak muda saat ini bagi lingkungan disekitarnya.
Karena jujur saja, kadang saya sebagai anak muda merasa kurang setuju dengan beberapa opini yang mengatakan kalau anak-anak muda generasi milenial ini sering melakukan hal-hal yang berbau negatif.
Mulai dari pemalas, ingin selalu eksis, sukses dengan cara instan, butuh pengakuan, dan lain-lain.
Padahal anak muda justru memiliki sebuah power baru atau kekuatan baru untuk memperlihatkan eksistensi yang sebenarnya. Apa itu, salah satunya adalah tingginya rasa peduli dan rasa saling bantu.
Hal ini terbukti dari hasil riset yang menyebutkan bahwa generasi milenial adalah generasi paling dermawan dari generasi-generasi sebelumnya.
Lalu di indonesia sendiri, pendiri situs KitaBisa.com, Alfatih Timur, juga pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah negara paling dermawan nomor 2 dunia, itu pada tahun 2017.
Namun ditahun selanjutnya, yaitu pada tahun 2018, menurut survei yg dilakukan oleh (CAF) Charities Aid Foundation, ternyata bukan lagi nomor 2, tapi nomor 1 di dunia.
Hal ini tidak bisa lepas dari budaya orang Indonesia, nenek moyang kita, yaitu gotong royong, saling bantu, yang kemudian mampu menular dan mendarah daging kepada anak cucunya, yaitu kepada kita semua.
Adanya MRI-ACT Jateng careline di Demak ini juga sebuah contoh nyata dari power seorang anak muda, khususnya anak-anak muda di Demak.
Anak-anak muda Demak sebenarnya punya jiwa sosial yang tinggi, kepedulian yang tinggi, dan itu terbukti ketika ada banjir di desa Trimulyo Guntur, banyak sekali komunitas dan organisasi yang rata-rata diisi oleh anak muda, berlomba-lomba dalam menggalang dana dan berdonasi.
Cuma memang masih banyak juga teman-teman di demak yang kurang begitu mendapat sentuhan dari teman-teman yang sudah sadar pentingnya saling bantu, peka dengan kondisi lingkungan disekitarnya, jadi kurang begitu peka dengan apa yang terjadi disekelilingnya.
Karena kita sebagai generasi muda harus mampu memposisikan diri sebagai pemuda yang seharusnya, bukan semaunya. Yang seharusnya mengisi waktu dengan banyak belajar, banyak membaca, banyak berkarnya dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak, karena Rasulullah SAW bersabda, khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Apalagi sekarang orang-orang Demak juga sudah banyak yang sarjana, bahkan akademisi.
Apalah arti ijasah yang menumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk.
Apalah arti sekolah tinggi-tinggi, jika hanya untuk perkaya diri sendiri. -Najwa Shihab.
.
Demak, 10 Juni 2020.
.
Foto diatas adalah acara Soft Launching Program Jateng Careline Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Demak yang dilakukan secara online.
In frame: dari sebelah kanan.
Bapak Giyanto Gubernur ACT Jawa Tengah
Bapak dr. Singgih Setyono, MM Sekretaris Daerah Kabupaten Demak
Bapak Suwardi Ketua Yayasan Glagah Wangi Kabupaten Demak.
Dan saya sendiri.

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top