Bukan Sekadar Tradisi, Guyangan Grebeg Besar Demak Simpan Nilai Spiritual Mendalam

www.pariwisata.demakkab.go.id

Demak – Menjelang Grebeg Besar Demak 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak kembali melangsungkan tradisi Guyangan, Kamis (21/5/26), di halaman belakang kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun ini menjadi simbol penyucian sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Prosesi Guyangan merupakan ritual pembersihan terhadap Kereta Kencana pengantar Bupati dan Wakil Bupati, Kereta Lurah Tamtomo, serta perlengkapan prajurit Patang Puluhan seperti keris, tombak, pedang hingga gong tabuh yang nantinya digunakan dalam puncak Grebeg Besar Demak.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Musyafak, perwakilan Dindikbud Demak, Isman, perwakilan Dinpora Demak Jarwo, Ketua II FK Pokdarwis, Kurnia Zauharoh serta seluruh pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.

Prosesi diawali dengan sambutan Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, yang dilanjutkan serah tinampi uborampe atau perlengkapan ritual serta pemotongan tumpeng kepada parogo guyangan, Ahmad Widodo.

Dalam sambutannya, Akhmad Sugiharto menegaskan bahwa Guyangan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan prosesi sakral yang sarat filosofi dan penghormatan kepada para leluhur.

Menurutnya, keberadaan kereta kencana, keris, tombak, dan berbagai perlengkapan lainnya bukan hanya simbol kebesaran, namun juga lambang persatuan dan kebersamaan masyarakat Demak.

“Di tengah arus modernisasi, tradisi seperti ini harus tetap dijaga dan dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal serta mencintai budaya daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus uri-uri budaya Jawa dan budaya Demak agar kecintaan terhadap tradisi lokal semakin tumbuh dan tetap lestari sepanjang masa.

Sementara, Ka.Dinparta Endah Cahya Rini menyampaikan bahwa ritual Guyangan merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga keberlangsungannya agar nilai kebersamaan serta spiritual yang terkandung di dalamnya tetap dapat diwariskan kepada generasi muda.

“Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual budaya, namun juga sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai spiritual masyarakat. Ini menjadi warisan yang harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian Grebeg Besar, termasuk prosesi Guyangan, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Demak.

Selain itu, Guyangan juga menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian Grebeg Besar Demak dapat berjalan lancar, aman, dan sukses tanpa kendala.(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1