

Demak – Tari Bedhoyo Tunggal Jiwo, merupakan sendra tari yang tercipta khusus atas permintaan Mantan Bupati Demak Sukarlan, pada tahun 1989, kepada Koreografer Kenamaan Demak Almh.Dyah Purwani Setianingsih,SPd.MPd. Tarian sakral sarat akan makna ini tercipta sebagai pelengkap atraksi wisata hiburan umum dalam Perayaan Upacara Adat Grebeg Besar Demak, yang ditarikan di Pendopo Satya Bhakti Praja, Jum\’at (6/6/25).
Gerak Luwes sembilan penari yang masih gadis tersebut, dipentaskan untuk menyambut kehadiran Kanjeng Bupati Bintiri Demak dalam prosesi pelepasan Iring²an Prajurit 40an menuju wilayah Kadilangu untuk hantarkan minyak Jamas yang akan dipergunakan dalam prosesi Penjamasan Pusaka Kanjeng Sunan Kalijaga.
Menurut pencipta tari sekaligus pendiri Sanggar Tarj Sekar Langit di Deaa Tempuran, yakni Almh.Dyah Purwani Setianingsih, tarian ini memiliki makna mengenai Jiwa yang berpusat dan selalu mengingatkan Manunggaling Kawulo Gusti (Ke Esaan Sang Pencipta).
Makna sakral dari tarian ini, diharapkan mampu menjadi interpretasi mengenai seorang Pemimpin yang seyogyanya bekerja dengan ikhlas dan sungguh² dengan jiwa penuh tanggungjawab kepada Sang Pencipta dan rakyatnya, agar kemajuan Bintoro Demak dapat terwujud serta tersohor hingga Nusantara.
Ditambahkan olehnya, pemilihan Gending Lir ilir dipilih sebagai pengingat ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga, bahwa hidup manusia itu berproses ada suka ada duka untuk menuju kehakikian hidup sesungguhnya.(Dinparta/jm)






