Demak – Masjid Agung Demak menjadi ikon bagi Kabupaten Demak dan berdiri megah dipusat Kota. Ada salah satu benda bersejarah dan unik yang perlu kita pelajari bersama yang ada di Masjid Agung Demak yaitu dampar Kencana.
Dampar kencana merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang berwujud singgasana raja. Kursi kuno ini merupakan singgasana yang dulu sebagai tempat duduk raja Majapahit, namun sekarang digunakan sebagai tempat khotbah di Masjid Agung Demak.
Konon diceritakan ketika Prabu Brawijaya V atau Raden Bre Kertabumi di kerajaan Majapahit meupakan ayah dari Raden Fatah. Majapahit di rongrong dan diberontak oleh Girindawardana dari Kediri. Brawijaya V akhirnya kalah dan Majapahit dalam kendali Girindawardana. Saat Girindawardana menjabat menjadi raja, terkenal menjadi raja yang kejam dan semena mena. Penyebaran islam dibatasi dan hanya diperbolehkan di Demak dan Ampel Denta.
Sunan Kalijaga dan para wali songo menyarankan raden Fatah untuk memerangi kedzoliman raja Girindawardana. Ketika Demak menyerang Majaphit di bantu walisongo akhirnya menang. Kemudian sebagai bukti kemenangan Raden Fatah, kemudian singgahsana raja atau dampar kencana dibawa ke Demak dan dijadikan tempat khotbah di Masjid Agung Demak.
Jika kita berkunjung ke Demak kota wali, singgahlah ke ke Masjid Agung Demak. Didalam Masjid Agung Demak didepan pasujudan imam di sebelah kanan kita bisa melihat dampar kencana yang masih terawat dengan baik.(Dinpar/Eza)


