

Demak – Tari Bedhoyo Tunggal Jiwo, merupakan sendra tari yang tercipta khusus atas permintaan mantan Bupati Demak Sukarlan pada tahun 1989, kepada Koreografer kenamaan Demak Almh. Dyah Purwani Setianingsih,Spd,Mpd. Tarian sakral sarat akan makna ini tercipta sebagai pelengkap atraksi wisata hiburan umun dalam Perayaan upacara adat Grebeg Besar Demak, yang ditarikan di Pendopo Demak.
Gerak luwes sembilan penari yang masih gadis tersebut, dipentaskan untuk menyambut kehadiran Kanjeng Bupati Bintoro Demak dalam prosesi pelepasan Iring²an Prajurit 40an menuju wilayah Kadilangu hantarkan minyak Jamas yang akan dipergunakan dalam prosesi Penajamasan Pusaka Kanjeng sunan Kalijaga.
Menurut pencipta tari sekaligus pendiri Sanggar Tari Sekar Langit Desa Tempuran, yakni Almh.Dyah Purwani Setyaningsih, tarian ini memiliki makna mengenai Jiwa yang berpusat dan selalu mengingat akan Manunggaling Kawulo Gusti (Keesaan Sang Pencipta).
Makna sakral dari tarian ini diharapkan mampu menjadi satu intrepretasi, mengenai seorang Pemimpin yang seyogyanya bekerja dengan ikhlas dan sungguh² dengan jiwa penuh tanggungjawab kepada Sang Pencipta dan rakyatnya, agar kemajuan Bintoro Demak dapat terwujud serta tersohor hingga Nusantara.
Ditambahkan olehnya, pemilihan Gending Lir ilir dipilih untuk selalu mengingat ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga, bahwa hidup manusia itu berproses ada suka ada duka untuk menuju kehidupan yang hakiki dan sesungguhnya.(Dinparta/jm)






