



Demak – Tradisi Adat Penjamasan Pusaka Warisan Kanjeng Sunan Kalijaga (Kotang Onto Kusumo dan Keris Kyai Carubuk) telah dipertahankan dan dilestarikan dari berabat lalu oleh para Waris Keluarga Kasepuhan Kadilangu. Prosesi sakral sarat akan nilai² agama yang dikemas melalui budaya tersebut masih dapat dirasakan serta dilihat oleh generasi kekinian dalam rangkaian puncak Grebeg Besar Demak yang dilangsungkan Senin (17/6/24).
Jalannya ritual adat budaya ini, dimulai dari pertemuan minyak Jamas yang dibawa dari Pendopo Demak oleh Ki Lurah Tamtomo dengan Iring²an Prajurit 40 an, untuk selanjutnya disatukan dengan minyak yang dihantarkan dari Kraton Kasunanan Surakarta yang berada di Pendopo Notrobratan ketika prosesi Abon abon dilaksanakan Sabtu (15/6/24).
Menurut KGPHA Dipokusumo, Minyak dari Kraton Kasunanan inipun, merupakan minyak khusus yang diperoleh melalui pakem warisan leluhur dengan ketentuan pemilihan pohon Kelapa yang tumbuh di sebelah utara dan menghadap barat untuk dipetik dan dipergunakan buahnya sebagai dasar pembuatan minyak Jamas.
Serahtinampi minyak Jamas Ki Lurah Tamtomo dari Pendopo Demak, kepada pihak Waris Kasepuhan Kadilangu, dipimpin langsung oleh Sepuh R.H. Muhammad Cahyo Imam Santoso sebagai tetua Waris Kanjeng Sunan Kalijaga, yang diikuti oleh para waris dan abdi dalem Kasepuhan menuju area Makam Kanjeng Sunan Kalijaga.
Selanjutnya Penjamasan Pusaka tersebut turut dihadiri Bupati Demak dr.Hj.Eisti\’anah,SE; Wakil Bupati Demak KH.Ali Maksun,MSi;Sekda Demam Akhmad sugiharto serta Forkompimda di lingkungan area Makam Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu.(Dinparta/jm)






