Limbah Kayu Disulap Menjadi Barang Cantik di Tangan Romandon

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"

Demak – Perwakilan pegawai Dinas Pariwisata Demak, Solikin berkesempatan untuk bertemu dan melakukan perbincangan menarik mengenai pengelolaan limbah kayu, bersama pelaku ekonomi kreatif di bidang seni kriya, Ahmad Romandon, Desa Botorejo, Wonosalam, Kamis, (7/9/23).

Pertemuan dan perbincangan yang berlangsung bersama salah seorang pelaku ekonomi kreatif, dilatarbelakangi akan kepedulian dan perhatian Dinas Pariwisata Demak terhadap potensi ekonomi kreatif yang berada di Demak.

Selama ini, di lingkungan ekonomi kreatif Demak yang berkembang pesat, tidak hanya batik, dan seni tampilan saja yang menarik untuk diulik, tetapi adanay keberadaan Romandon, dapat diketahui bahwasannya pengelolaan limbah kayu di lingkungan Botorejo, mampu disulap cantik menjadi pernak pernik bernilai tinggi yang dapat dipesan oleh pengunjung ataupun wisatawan yang tertarik akan seni kriya.

“Promosi dan Pemasaran wisata memegang peran penting dalam pengenalan serta perkembangan potensi pasar pelaku ekonomi kreatif di Demak. Tidak dapat ditampik, pendekatan, komunikasi serta kolaborasi yang baik kepada pelaku ekonomi kreatif Demak, akan membawa serta membangkitkan pangsa pasar ekonomi kreatif Demak.”kata Solikin

Dirinya pun menambahkan, dengan pendekatan dan komunikasi yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan para pelaku ekonomi kreatif Demak, akan mampu menumbuhkan sinergitas serta kesepehaman untuk membawa kemajuan dan keberhasilan bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif Demak.

“Pada mulanya, sepulang dari luar negeri, saya hanya ingin mengisi kekosongan waktu dengan memanfaatkan limbah kayu di sekitar lingkungan saya. Tetapi, mendapati prospek yang bagus di bidang kriya, saya mengambil kesempatan ini untuk menjadi salah satu pemasukan pendapatan kebutuhan hidup.”kata Romandon

lanjutnya, berhasil memperoleh pemasukan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup baginya dan keluarga dari sesuatu yang ia senangi adalah kepuasan yang luar biasa untuknya.

Ditambahkan olehnya, bahwsannya sebagai salah satu pelaku ekonomi kreatif di bidang kriya, dia berharap pelaku kriya yang terjun dibidang tatah atau pengrajin mable seperti dirinya di Demak akan muncul bertahap, dan pengelolaan limba kayu menjadi sesuatu yang bermanfaat dapat dikenal banyak orang di luar Demak.(Dinparta/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top