Singkong dan Bawang Merah Ikonik Desa Wisata Bermi

www.pariwisata.demakkab.go.id
\"\"
\"\"

Demak – Didampingi sekretaris desa Bermi, Mujib, rombongan tim Mahasiswa PPL IAIN Kudus yang diketui Mutik afifah berkesempatan berkunjung ke lahan penghasil komoditas singkong dan bawang merah yang berada di desa tersebut, Kamis, (27/7/23).

Singkong dan Bawang Merah yang merupakan tumbuhan kekayan alam yang sudah sejak lama ada ini, menjadi ikon atau kebanggan tersendiri bagi masyarakat Desa Bermi. Terlebih lagi dengan banyaknya ragam varietas singkong yang tumbuh di tanah Bermi.

“Ragam Varietas singkong yang dapat dijumpai di desa kami sendiri, di antaranya adalah singkong pancasila, singkong madu AC, dan singkong monalisa. Dari banyaknya jenis varietas singkong, Monalisa menjadi primadona atau ikon desa kami, sedang untuk rasa manis yang teramat sangat dapat ditemukan dari jenis singkong madu, yang menjadi favorite beberapa orang penikmat singkong.”kata Mujib.

Lanjutnya, masa panen dari setiap tanaman tidak dilakukan secara bersamaan. Hal ini terjadi, karena dipengaruhi oleh faktor masa tanam yang tidak dilakukan secara bersamaan. Untuk masa panen singkong sendiri, dilakuakn kurang lebihnya tiga bulan setelah masa tanam. Sedangkan, untuk masa panen bawang merah, memerlukan waktu selama kurang lebih satu hingga dua bulan setelah masa tanam.

Dirinya pun menambahkan, bahwasannya hasil panen petani dikelola sendiri oleh para petani untuk dipasarkan dalam bentuk kiloan atau karungan. Bandrol harga untuk setiap jenis singkong sama, yakni jatuh dikisaran angka dua ribu lima ratus per kilonya. Untuk bawang merah, pemasaran panen tanaman dibagi menjadi dua jenis metode, yakni metode tebas dan pejualan kembali dengan sistem kiloan, di angka dua puluh lima ribu per kilonya.(Dinparta/ma/jm)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

[related_posts_berita]
1
Scroll to Top