WISATA BAHARI DI PANTAI MOROSARI DAN PANTAI ISTAMBUL

Mari bagi masyarakat Kab.Demak kita berwisata ke pantai Morosari Demak, yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Ada rumah makan apung, ada banana boot, ada kapal naga dan kita bisa melihat sun side disana. Selain pantai Morosari juga ada pataiIsatambul atau Pantai glagahwangi yang terletak di desa tambak bulusan,Karangtengah. Ada pasir putih dan ada trackmangroovenya, indah sertamempesona. Segera kunjungi dan mari kita berwisata di Demak tercinta. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi.

RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN KARNAVAL HUT RI KE 74 TAHUN 2019

Selasa, 23 Juli 2019 bertempat di Gedung Bina Praja berlangsung rapat pembahasan persiapan perayaan Hut RI ke 74 , acara dibuka dan dipimpin langsung oleh dr Singgih Setyono, M. Kes selaku Sekda Kab. Demak. Sesuai dengan arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, yang menginginkan kegiatan Karnaval di Tahun 2019 ini lebih meriah. Adapun beberapa masukan Sekda Demak untuk Urutan peserta dari Depan Meriah, barisan berikutnya biasa dan diakhir barisan urutan karnaval meriah lagi. Peserta karnaval untuk ditambah lebih banyak lagi dan Selesainya acara jangan terlalu cepat maka perlu diatur durasi waktunya. Komentator pada kegiatan karnaval diharapkan lebih aktif, meriah dan menarik lagi dari tahun sebelumnya

Dinas Pariwisata selaku koordinator seksi karnaval oleh Sutomo, S.Sos selaku Ka. Bid ODTW. Melaprkan karnaval HUT RI Ke 74 tahun 2019 kali ini mengambil tema “Menuju Indonesia Unggul”, berdasarkan surat Menteri Sekretaris Negara Tanggal 24 Juni 2019 Nomor B-681/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2019 Perihal Penyampaian Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019.

Logo 74 TH Kemerdekaan Republik Indonesia ini melambangkan sinergi, kolaborasi, inspirasi, dan semangat bekerja tiada henti untuk membangun negeri. Pelaksanaan karnaval akan dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019, mulai pukul 13.00 WIB – Selesai. Rute pelaksanaan karnaval Start Depan Dinas Pariwisata Kebelakang sampai Katonsari – Alun-alun — Panggung Kehormatan Pertigaan KODIM (Tugu Belimbing) — Pertigaan Pasar Bintoro Belok Kiri menuju Jalan Pemuda — Bubar di perempatan Jalan Pemuda

Peserta karnaval adalah OPD Unggulan, Sekolah / Pelajar, Umum, BUMD, dan Mobil Hias, Dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Peserta Menampilkan Kesenian Maupun Produk Unggulan dan atau Program Unggulan
b) Diperkenankan Berkendaraan Hias
c) Peserta Tidak diperkenankan Menampilkan Penampilan yang Tidak Mendidik
d) Tidak diadakan Demo didepan Panggung Kehormatan
e) Peserta Mendaftarkan Terlebih Dahulu di Dinas Pariwisata Kab.Demak Mulai Tanggal 1 s/d 14 Agustus 2019
Peserta Menyerahkan Sinopsis, Panjang Sinopsis Maksimal TIGA (3) Alenia yang Memuat Prestasi, Keunggulan dll

Menjaga Kebersihan Andong

Andong merupakan sarana transportasi tradisional yang menggunakan tenaga seekor kuda untuk menariknya. Sebelum acara grebeg besar digunakan, andong untuk dibersihkan terlebih dahulu untuk mengikuti acara iring-iringan prajuritan..

ZIPIN PESISIRAN BUNGO KECAMATAN WEDUNG


Pada kegiatan gelar desa wisata se Jawatengah di lapangan Garnisun, Kalisari, Kota Semarang. Desa wisata Bungo ‘Panji Kusumo’ Wedung, menampilkan seni tari Zipin pesisiran. Tari zipin ini adalah salah satu tari khas dari Kabupaten Demak. Selain menampilkan tari tersebut ada nilai yang terkandung dalam seni tari ini, yaitu dengan memadupadankan budaya islam dan budaya jawa dengan musik rebana yang meneduhkanjiwa. Mari bersama lestarikan Budaya Demak tercinta.

BUDAYA APITAN DI DEMAK KOTA WALI

Bulan syawal telah usai dan memasuki bulan Dzulqo’idah, lebih terkenal dengan sebutan orang jawa bulan apit. Pada bulan apit orang jawa sering mengkeramatkan bulan ini , orang yang punya hajat besar sering menghindari bulan apit. Dibulan apit beberapa daerah menggelar acara Apitan atau Budaya sedekah bumi, sebagai bentuk rasa Syukur pada Allah SWT atas limpahan rizki yang berupa hasil bumi untuk kelangsungan hidup umatnya. Seperti kegiatan yang diselenggarakan di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung. Untuk yang pertama kalinya Desa ini menggelar acara ” GEBYAR BUDAYA SEDEKAH BUMI DESA SRIWULAN ” dengan tema UNTUK DESAKU YANG TERCINTA MENUJU DESA SRIWULAN BERSATU,. MAJU, DAMAI DAN SEJAHTERA.

Dengan kegiatan sedekah bumi ini selain untuk menguri-uri dan melestarikan budaya warisan leluhur kita, juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Agar rizki yang berupa hasil bumi tetap terlimpahkan untuk kelangsungan hidup. Masyarakat Sriwulan serta memohon do’a agar kehidupan bermasyarakat terjaga keamanannya damai dan sejahtera. Adapun kegiatanny adalah : pagi hari di gelar acara arak2an hasil bumi dilanjutkan selamatan, siang hari pagelaran wayang kulit dengan lakon ” Pandowo Tani ” oleh Ki Dalang Kliwir dari Purwodari dan malam hari pementasan kethoprak dengan lakon ” Wahyu Ketentreman ” grup ketoprak Tini kuncoro Bintoro Demak. Semoga tradisi – tradisi warisan leluhur yang mengandung kebaikan untuk umat manusia tetap terjaga kelestarianya.