Persiapan prajurit 40an di hari raya Idul Ad’ha

Disalah satu rundown acara pada grebeg besar ada kegiatan yang disebut kirab prajurit 40 an. Dalam acara kirab tersebut prajurit 40 mendampingi bapak bupati Demak yang berperan sebagai raja Demak. Yang mana raja Demak akan berziarah ke makam sunan Kalijaga di Kadilangu dengan membawa minyak jamas dan bunga setaman untuk menjamas pusaka kanjeng sunan Kalijaga yang berupa keris kyai carubuk dan kotang ontokusumo. Untuk memeriahkan acara tersebut agar lebih semarak, Dinas Pariwisata mulai menyiapkan seperangkat perlengkapan untuk kirab prajurit 40. Diantaranya membersihkan kereta kencana kyai bintoro, mengecat ulang tameng yang akan digunakan prajurit 40 an dan masih banyak lagi yang lainnya. Ayo ke Demak ke Demak lagi

PENGURUS DEWAN SAKA PARIWISATA KWARCAB DEMAK TEMBUS MENJADI PRAMUKA GARUDA

Selamat kepada Kak Ida Nur Aini dan Kak Azkia Shofani Aulia atas pengukuhan Pramuka Penegak Garuda. Beliau bedua dari pangkalan SMA N 1 Dempet dan mejadi pegurus Dewa Saka Pariwisata Kwarcab Demak dibawah binaan Dinas Pariwisata Kab. Demak. yang kemarin pada hari minggu, 28 Juli 2019, dikukuhkan menjadi Pamuka Penegak Garuda di Sanggar Bhakti Pramuka Kwartir Cabang Demak oleh Kak Fahrurrozi selaku Ketua harian Kwarcab Demak.


Dalama pegukuhan Pramuka Garuda tesebut juga didampingi oleh orang tua mereka masing masing. Pramuka Garuda adalah tanda kecakapan tertinggi anggota Pramuka disetiap golonganya. Semoga pencapaian ini dapat mendorong dan memotivasi anggota lainnya untu meraih Pramuka Garuda juga.YAKIN BISA PASTI BISA….
.
SAKA PARIWISATA KWARTIR CABANG DEMAK SIAP SUKSESKAN DEMAK MENUJU KABUPATEN PRAMUKA

“SEMARAK APITAN 50 TUMPENG DESA MRANAK “

Kemeriahan suasana apitan sedekah bumi di Desa Mranak Kecamatan Wonosalam, terlihat pada siang hari Sabtu 27 Juli 2019. Seluruh masyarakat berduyun – duyun berkumpul di halaman Bale Desa Mranak dengan membawa tumpeng hasil karya masimg- masing. Sedekah Bumi apitan ini bertujuan sebagai bentuk perwujutan rasa syukur masyarakat Mranak atas nikmat yang telah Allah berikan berupa sehat, selamat serta rizki yg berasal dari hasil bumi, serta berharap agar mendatang nikmat dan rahmat senantiasa terlimpahkan.


Mranak terkenal dengan Agrowisata Jambu nya, masyarakat banyak membudidayakan pohon jambu delima dan citra. Melalui kepiawaiannya seorang Kepala Desa Mranak adalah Wartiwi Desa Mranak bersama- sama masyarakat melestarikan budaya lokal. Dengan mengenakan pakaian adat para panitia terlihat penuh kharismatic, sehingga menambah keindahan suasana kirab gunungan hasil bumi .Usai kirab dilanjutkan do’a dan ke 50 tumpeng dibagikan untuk dinikmati bersama. Apitan di Desa Mranak juga dimeriahkan dengan hiburan seni tayub. Semoga kegiatansedekah bumi apitan dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Sosialisasi Rencana Tindak Pengendalian (RTP) di Dinas Pariwisata Kab. Demak

Kabid Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata pada Hari ini senin 29 Juli 2019, Pukul 07.30 WIB sebagai narasumber sosisalisai rencana tindak pengendalian (RTP) bertempat di Ruang pertemuan dinas pariwisata kabupaten demak yang diikutu oleh karyawan dan karyawati dinas pariwisata.
Adapun tujuan dari sosialisasi rencana tindak pengendalian (RTP) dinas pariwisata adalah unuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan administrasi keuangan kantor.

Tradisi Apitan Di Desa Karangsari Kabupaten Demak


Tradisi apitan atau lebih dikenal dengan istilah sedekah bumi mungkin bagi kalangan masyarakat jawa adalah hal yang lumrah dan biasa, dikarenakan ritual tersebut jamak dilakukan setiap tahun, tepatnya dibulan Apit dalam kalender aboge, atau bertepatan dengan bulan dzulqo’dah dalam penanggalan hijriyah.

Tidak jelas siapa yang memulai tradisi ini, namun diyakini mulai dikenalkan pada masa penyebaran Islam di Tanah Jawa oleh para Wali Sembilan sekitar 500 tahun yang lampau.

Dengan memodifikasi tradisi hindu yang telah ada sebelumnya, para wali memasukkan unsur religius keislaman pada setiap budaya tanpa menghapus sisi eksotik dan estetika itu sendiri. Hal ini tergolong manjur dan efektif sehingga para masyarakat jawa berbondong-bondong mengikrarkan diri untuk memeluk islam.

Kembali ke apitan atau sedekah bumi memiliki makna yang sangat dalam yakni sebagai wujud ungkapan syukur warga terhadap nikmat yang telah diberikan tuhan Yang Maha Esa.

Makna filosofisnya adalah manusia tercipta dari tanah yang merupakan bagian dari unsur bumi, kemudian hidup juga di atas bumi, makan dan minum dari tetumbuhan juga makhluk yang mengkonsumsi unsur tanah, dan kelak saat manusia itu matipun akan kembali ke bumi.

Tradisi Apitan di Salah satu desa di kabupaten Demak, dengan Khataman Al Quran
Umumnya tradisi apitan diisi dengan pagelaran wayang kulit, kethoprak dan kesenian yang lainnya. Tidak ada yang keliru. Hal ini sebagai bentuk pelestarian budaya jawa yang dimulai oleh Sunan Kalijaga kala berdakwah dengan Wayang kulitnya.

Isyarat dari ungkapan diatas adalah Kala manusia ingin selamat ketika hidup di dunia dan kelak saat sudah mati maka mereka tidak boleh meninggalkan sholat, karena sholat lima waktu sebagai kewajiban bagi orang islam yg akan menyelamatkan mereka, terlebih sholat yang dilakukan dengan berjamaah. Karena dengan berjamaah mengajarkan akan nilai-nilai kerukunan dengan tetangga dan sebagai sebuah gerakan bersatunya umat islam.