Megengan Tahun 2019 / 1440 H

Dalam rangka melestarikan kearifan budaya lokal warisan dari kanjeng sunan kalijaga. Ditengah tengah generasi milenial sangatlah penting untuk anak cucu kita agar tetap memegang teguh tradisi daerah Demak tercinta. Perayaan Megengan di kabupaten Demak merupakan salah satu bentuk kegiatan menguri nguri budaya lokal Kabupaten Demak. Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan . Pada hari Minggu tanggal 05 Mei Tahun 2019 / 1440 H pukul 15.30 WIB digelar kegiatan megengan yang bertempat dihalaman Pusat Informasi pariwisata dan Showroom UKM ( TIC Kab. Demak ), Pujasera alun alun Demak. Dalam Kesempatan tersebut Bupati Demak yang diwakili oleh wakil bupati Demak H. Joko Sutanto membaca sambutan bupati Demak tentang makna dari megengan yang berasal dari kata “ megeng “ yang berarti menahan. Atau selama bulan puasa kita harus menahan lapar dahaga dan hawa nafsu untuk berpuasa satu bulan penuh agar kita bisa mennag di hari raya idul fitri.
Megengan mengingatkan kita semua untuk muslim bahwa esok hari akan memasuki bulan suci ramadhan. Kita harus menahan semua hawa nafsu selama sehari penuh saat berpuasa. Usai menyampaikan sambutan dilanjutkan dengan pemukulan bedug sebagai tanda dibukanya kegiatan megengan. Turut memeriahkan kegiatan tersebut terdapat beberapa tampilam diantaranya barongsai partisipasi dari “ RSUD Sunan Kalijaga Kab. Demak” dan Sanggar tari “ Padma baswara “, Kadilangu Kab. Demak. Sanggar seni padma baswara menampilkan tari “ suko suko “ yang dimaksudkan seluruh masyarakat Demak bersuka cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Penampilan keduanya sangat menghibur masyarakat Demak, yang sangat antusias dengan kegiatan megengan serta para pedagang yang menjajakan makanan khas Demak yaitu sate keong, kroco, lontong sayur dan lain lain. Semoga puasa kita selama sebulan dimudahkan dan ditrima oleh Allah SWT.