Kegiatan Sosialisasi Dinas Pariwisata kepada paguyuban pedagang di kawasan deswita

Adanya Covid 19 sangat berdampak pada perekonomian yang ada di Kabupaten Demak terutama kepada para pedagang yang  menyandarkan hidupnya di sektor pariwisata. Maka dari itu Dinas Pariwisata kab. Demak yang diwakilkan oleh bapak Sutomo, S.Sos selaku keoala Bidang  ODTW dan Ekraf Dinas Pariwisata memberikan sosialisasi kepada paguyuban pedagang yang ada dikawasan destinasi wisata. Selain itu memberikan sosialisasi kepada pedagang untuk senan tiasa jaga kesehatan, makan bergizi berimbang, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak minima 1 meter serta beraktifitas menggunakan masker.

TELEKONFERENCE DINAS PARIWISATA BAKORWIL I DENGAN KEPALA DISPORAPAR PROV. JATENG”

Rabu 15 April 2020 bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak tepat pukul 09.00 WIB berlangsung telekonference antara Kepala Dinas Pariwisata se Bakorwil I dengan Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.  Dinas Pariwisata yang tergabung dalam Bakorwil I terdiri dari Kabupaten dan Kota : Pati, Kudus , Jepara, Blora, Kota Semarang, Kab. Senarang Kendal, Kota Salatiga, Demak dan Grobogan.  Acara diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan beberapa staf untuk menyaksikan/ mendengarkan teleconference Kepala Dispirapar Provinsi  Jawa Tengah. Dalam sambutan  pengantarnya Bapak. Drs. Sinoeng Rahmadi, MM. menyampaikan  bahwa pandemik covid – 19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia telah berdampak kerugian diberbagai sektor terlebih disektor  Pariwisata. Penutupan destinasi wisata berakibat berhentinya ekonomi pelaku usaha pariwisata tentunya berdampak pada penurunan ekonomi keluarga. Untuk Pemerintah saat ini focus pada penangan dampak covid-19. Revocousing anggaran telah dilakukan. Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten dimintai segera mengirim data kerugian  pelaku Ekonomi Kreatif yang terdampak Covid-19  by Name by Adress by NIK. dimaksudkan agar tidak terjadi doubel penerimaan. Pemerintah dalam penangaban covid-19 ini melalui 2 fase :

1. Fase Tanggap darurat.

2. Fase Pemulihan.

3. Fase Normalisasi.

Saat ini pemerintah masih dalam fase pemulihan. Selanjutnya masing- masing dipersilahkan menyampaikan upaya yang telah dilakukan, aksi yang akan dilakukan selanjutnya serta usulan dan masukan kepada Disporapar Provinsi  Jawa Tengah. Agus Kriyanto, SE, MM. selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, menyampaikan upaya yang telah dilakukan diantaranya, penutupan seluruh destinasi, sosialisasi, pemasangan MMT, penyediaan sabun cuci tangan, hand sanitazer, penyemprotan desinfektan dan pembagian masker. Usulan untuk Pemerintah provinsi adalah  di Kabupaten Demak tercatat 70.000 penerima bantuan akan tetapi kekuatan yang tersedia baru 10.000 penerima untuk itu mohon kekurangan tersebut dapat di caver oleh provinsi.

Selanjutnya Bapak Sinoeng memberikan tanggapan  untuk masa tanggap darurat sendiri pemerintah provinsi dan pusat masih terus memantau secara berkala situasi perkembangan covid-19 yang mempengaruhi situasi negara, dengan salah satunya menjalankan program JPS (Jaminan Penyaluran Sembako) kepada masyarakat terdampak covid-19. Sementara, untuk masa Pemulihan dan Normalisasi sendiri mengikuti jalannya proses akhir dalam menghadapi masa tanggap darurat. Diharapkan dengan adanya pemikiran bersama di setiap Dinas Pariwisata yang berada di seluruh kabupaten dan provinsi Jawa Tengah dapat saling memberikan dukungan satu dengan yang lainnya dalam menghadapi kasus covid-19 yang tengah melanda Nusantara. Semoga wabah dan bencana ini segera berlalu, sehingga sektor pariwisata di seluruh Nusantara, Khususnya Kabupaten Demak dapat segera bangkit dan normal kembali. Aamiin.