“PERSIAPAN TELECONVERENCE DI BIDANG PARIWISATA “

Bertempat di ruang Kepala Dinas Paiwisata Kabupaten Demak,Selasa siang tanggal 14 April 2020 berlangsung persiapan dan penataan peralatan serta ruangan yang akan digunakan untuk Teleconverence bersama Bapak Sinung, selaku Kepala Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah . Dalam persiapan penataan ruang dan perlengkapan oleh staff sekretariat yang dipimpin langsung oleh Ibu Kurnia Zauharoh, SE,MM selaku Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Teleconverence sendiri rencananya akan dilaksanakan besok pagi hari Rabu tanggal 15 April 2020, pada pukul 09.00 WIB. Teleconverence yang membahas mengenai Penanganan Dampak Covid-19 dalam sektor pariwisata Jawa Tengah khususnya dampak terhadap pariwisata Kabupaten Demak, langkah-langkah upaya yang telah dilakukan maupun rencana aksi kedepan. Dinas Pariwisata Kabupaten Demak telah menyiapkan juga data-data kerugian yang dialami oleh pelaku usaha pariwisata maupun kelompok ekonomi kreatif. Dengan data kerugian tersebut berharap sebuah solusi yang terbaik pula dari pemerintah Provinsi guna meringankan beban para pelaku usaha pariwisata Kabupaten Demak untuk kelangsungan hidupnya serta dapat membangkitkan kembali dunia pariwisata setelah pendemic Covid-19 berakhir. Do’a kita semua semoga wabah segera berakhir dan dapat beraktifitas seperti semula. Aamiin

“SOSIALISASI COVID-19”

Wabah pandemik virus covid-19 semakin hari masih menunjukan peningkatan baik jumlah yang terpapar maupun yang meninggal. Hal ini menunjukan bahwa virus covid-19 masih pendemik di Indonesia yang tidak pernah kita tau kapan akan berakhir. Berbagai upaya pemerintah pusat dan daerah telah dilakukan dari melalui himbauan-himbauan dan penyemprotan desinfektan di jalan-jalan, gedung-gedung. Senin 13 April 2020 telah dilaksanakan sosialisasi serentak ke desa-desa yang dilakukan oleh OPD se Kabupaten Demak, dan dipimpin langsung oleh Bupati Demak H.M Natsir. Peserta OPD wajib mengirimkan 1 armada beserta tim sosialisasi lengkap dengan sarana publikasi. Peserta selain bertugas mensosialisasikan upaya pencegahan virus covid-19 juga membagikan masker gratis kepada warga masyarakat desa sesuai pembagian wilayah. 1 Tim Dinas Pariwisata Kabupaten Demak telah diwakili oleh 1 pejabat eselon IV selaku kepala seksi pelayanan informasi Pariwisata dan 5 staf yang bertugas membagikan masker. Untuk Dinparta bertugas mensosialisasikan di wilayah kecamatan Demal yaitu Desa: Sedo, Turirejo, dan Mulyorejo. Masyarakat di harap mematuhi himbauan pemerintah dan rata- rata masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri agar terhindar dari virus covid-19.

“RAKOR TIM PEMBINAAN DESA WISATA”

Dalam upaya mewujudkan Desa Wisata di Kabupaten Demak beberapa waktu yang lalu telah dilakukan pendataan usulan Desa Wisata dari wilayah Kecamatan se Kabupaten Demak. Usulan-usulan tersebut selanjutnya akan ditentukan Desa wisata yang berkomitmen untuk dilakukan pembinaan sehingga nantinya dapat menjadi Desa Wisata yang memenuhi standart Desa Wisata sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No: 53 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No: 2 Tahun 2019. Untuk itu bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak pada hari Rabu 8 April 2020 berlangsung rapat koordinasi pembentukan Tim Pembinaan Desa Wisata. Rakor dipimpin oleh Kepala Dinas Dinparta dan dihadiri oleh Tim Pembinaan. Tim di bagi menjadi 3 Tim yang akan bertugas dengan pembagian wilayah Desa Wisata. Tim bertugas merumuskan tentang dokumen dan format-format yang harus dipenuhi oleh masing-masing Desa Wisata. Bapak Agus Kriyanto, SE.MM mengamanahkan agar tim dapat menjalankan tugas yang sebaik-baiknya agar dapat terwujud Desa wisata yang memenuhi standart yang dapat diajukan sebagai penerima bantuan oleh pemerintah pusat maupun provinsi untuk pengembangan Desa Wisata.

“DINPARTA BERDUKA”

Rabu 8 April 2020 Suasana duka menyelimuti keluarga besar Almarhum Bapak Mulyono yang berada di Desa Turi Tempel Kecamatan Guntur. Beliau adalah seorang staf Bidang Obyek DayaTarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Almarhum meninggal dunia di usia 57 tahun, di RSUD Sunan Kalijaga Demak setelah dirawat selama beberapa hari dikarenakan sakit Diabetes melitus dan Bronchopnemoni. Sebagai bentuk solidaritas dan kekeluargaan Dinas Pariwisata dengan dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata semua pejabat struktural dan karyawan/karyawati turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Almarhum Bapak Mulyono sebagai bentuk bagian dari budaya kerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.

“RAKOR RASIONALISASI ANGGARAN UNTUK PENANGGULANGAN WABAH COVID-19”

Sampai dengan saat ini pemerintah baik pusat maupun daerah masih fokus dengan penanganan wabah covid-19. Berbagai upaya guna memutus mata rantai penyebaran virus telah ditempuh melalui himbauan-himbauan poster-poster, telekonferen, yang mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah diantaranya :

  1. Lock down sampai batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah setelah dilakukan evaluasi perkembangan penyebaran virus covid- 19.
  2. Physical/sosial distancing.
  3. Melakukan PHBS yang baik.
  4. Makan gizi seimbang.
  5. Tetap berolah raga.
  6. Penyemprotan desinfectan.
  7. Menggunakan masker.
  8. Sesering mungkin cuci tangan.
  9. Bagi yang berada diperantauan untuk tidak mudik terlebih yang berada dizona merah.

Wabah covid-19 telah berdampak diberbagai sektor. Untuk itu pemerintah menempuh upaya guna fokus pada penanganan wabah covid-19. Melalui Instruksi untuk tidak direalisasikannya kegiatan-kegiatan yang bersumber dari dana DAK baik fisik maupun non fisik maupun yang bersumber dari DPHCHT. Demikian pula dana yang bersumber dari APBD. Bertempat di ruang kerja kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Selasa tanggal. 7 April 2020 berlangsung rapat koordinasi rasionalisasi anggaran Dinas Pariwisata Kabupaten Demak dalam rangka penanganan wabah covid-19. Langkah-langkah yang telah ditempuh beberapa kegiatan yang tidak terealisasi selama lock down dialihkan untuk penanganan pencegahan penyebaran covid-19 maupun untuk kegiatan penanganan dampak dari wabah covid-19.